Putri Rahmaty Alimun
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan Bank Syariah Sebelum dan Setelah Merger dilihat dari Rasio Profitabilitas, Likuiditas dan Aktivitas Putri Rahmaty Alimun; Andris Kasim; Alfiresi Mamonto
Mutanaqishah: Journal of Islamic Banking Vol. 2 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : Department of Islamic Banking

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.634 KB) | DOI: 10.54045/mutanaqishah.v2i1.208

Abstract

Mergers can be one of the steps taken by Islamic banking in terms of accelerating the development and growth of Islamic banks in Indonesia. This can be seen from several companies that have merged and brought changes to the company for the better. Thus, BUMN took the decision to merge 3 state-owned banks in order to grow rapidly. This study aims to see whether there is a comparison between before and after the merger. It is seen based on the ratio of profitability, liability, and activity. After calculating these ratios, it can be seen that the profitability and liability ratios change every quarter after the merger is carried out, while for company activities the changes are not very visible because the time the merger is carried out is only one year running. Merger  dapat menjadi salah satu langkah yang diambil oleh perbankan syariah dalam hal mempercepat perkembangan dan pertumbuhan bank syariah. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa perusahaan yang melakukan meger dan membawa perubahan pada perusahaan tersebut ke arah yang lebih baik. Dengan demikian BUMN mengambil keputusan untuk menggabungkan 3 bank milik pemerintah agar bisa tumbuh dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbadingan dari sebelum dan setelah dilakukan merger tersebut. Hal itu dilihat berdasarkan rasio profitabilits, liabilitas, dan aktivitas. Setelah dilakukan perhitungan terhadap rasio-rasio tersebut dapat terlihat bahwa untuk rasio profitabilitas dan liablitas mengalami perubahan setiap triwulan setelah dilakaukan merger, sedangkan untuk aktivitas perusahaan perubahannya belum terlalu terlihat karena waktu merger dilakukan baru satu tahun berjalan.