Nyang Vania Ayuningtyas Harini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH JARAK TANAM DAN PENAMBAHAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN JUMLAH ANAKAN PADI MSP 13 DI LAMPUNG TENGAH Nyang Vania Ayuningtyas Harini; Dian Lestari; Rio Dewantara
AgriMalS Vol 1 No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.091 KB) | DOI: 10.47637/agrimals.v1i1.340

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan produksi padi di Indonesia dengan pemberian biochar dan penerapan jarak tanam pada padi MSP 13. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengaturan jarak tanam dan aplikasi biochar terhadap tinggi tanaman padi MSP 13, dan jumlah anakan padi MSP 13. Rancangan yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (3x2) dengan 3 ulangan. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda NyataTerkecil (BNT) pada taraf 5%. Variabel yang diamati tinggi tanaman padi MSP 13 dan jumlah anakan padi MSP 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan J1B1 pada saat padi berumur 20 HSS, 35 HSS, dan 65 HSS menghasilkan tanaman yang lebih tinggi dibandingan dengan perlakuan lain. Pada pengamatan jumlah anakan tanaman padi MSP 13 menunjukkan 20 HSS, 35 HSS dan 65 HSS berkisar antara 3,33 - 35 anakan per rumpun. Simpulan dari penelitian ini yakni perlakuan jarak tanam dan aplikasi biochar tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman padi MSP 13, perlakuan jarak tanam dan aplikasi biochar tidak berpengaruh terhadap jumlah anakan padi MSP 13, perlakuan B1 (pemberian biochar 5000 kg ha-1) mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan padi MSP 13 dibandingkan dengan tanpa pemberian biochar, jarak tanam yang dianjurkan untuk budidaya tanaman MSP 13 yaitu 30x25 cm dan 25x25 cm.
Efektivitas Pemberian Kompos dalam Meningkatkan Produktivitas Padi MSP pada Sistem Tanam Jajar Legowo 2:1 Nyang Vania Ayuningtyas Harini; Yeyen Ilmiasari; Elida Yantama
AgriMalS Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v6i1.2305

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a primary commodity in stabilizing the food supply of Indonesian people. However, currently the condition of dry land and paddy fields is experiencing land degradation. Land degradation can be restored to fertility using cow dung compost. This study was designed with a two-factor randomized block design (RAK). The first factor is compost consisting of three levels, namely K0 = without compost, K1 = 50% compost dose, K2 = 100% compost. The second factor consists of two levels, namely S0 = without jajar legowo, S1 = jajar legowo 2:1, resulting in six experimental combinations repeated three times, resulting in a total of 18 experimental units. The research results were tested using analysisi of variance (ANOVA) ά = 5%, followed by the least significant difference (LSD) test at the ά = 5% level. Observation variables included plant height (cm), number of productive tillers, number of full grains (per panicle), wet grain yield per plot (kg), and weight of 1,000 dry grains harvested. The results showed that the 2:1 jajar legowo compost system had no impact on plant height or tiller number at 25 days after planting. The application of compost using the 2:1 jajar legowo system significantly affected rice plant height and tiller number at 50 and 70 days after planting. There was an interaction between compost application and the jajar legowo system on rice plant height at MSP. The compost treatment using the 2:1 jajar legowo system significantly affected the weight of 1,000 grains and the harvest weight of the rice.