Umur harapan hidup (UHH) merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan di Indonesia. UHH pada tahun 2021 di DIY tertinggi secara nasional yaitu sebesar 76,89 tahun. Dengan demikian penduduk DIY, khususnya wanita memiliki kesempatan hidup sejak masa menopause lebih lama. Namun wanita pada masa menopause mengalami banyak gejala dan keluhan. Hasil studi pendahuluan pada wanita usia 40-59 tahun di Dusun Sentikan didapatkan tiga permasalahan pokok yaitu mengalami keluhan penurunan fisik, psikososial maupun seksual, jarang melakukan aktivitas olahraga rutin untuk menjaga kebugaran tubuh dan belum pernah melakukan skrining kanker serviks maupun kanker payudara. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran wanita sejak masa perimenopause. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu participatory learning action (PLA) yang diintegrasikan dengan kegiatan aktivitas fisik bersama dalam bentuk senam pencegahan osteoporosis serta pemeriksaan kesehatan. Subjek kegiatan sejumlah 32 orang yang memenuhi kriteria usia perimenopause (40-59 tahun). Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2022 dengan hasil pre dan post test menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan mayoritas cukup (47,05%) dan meningkat menjadi baik (65%). Senam pencegahan osteoporosis dan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2022 dengan hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT) dan kadar gula darah dalam kategori normal, tes keseimbangan tubuh tidak normal.. Skrining kanker serviks dengan IVA tes dilaksanakan pada tanggal 24 September 2022 dengan hasil semua negative. Wanita perimenopause di Dusun Sentikan memperoleh peningkatan pengetahuan untuk menjaga kesehatan pada masa menopause, meningkat kebugarannya dengan senam pencegahan osteoporosis serta terpantau kesehatannya dengan pemeriksaan kesehatan. Keberlanjutan dari upaya menjaga kesehatan dan kebugaran pada masa menopause perlu dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan dukungan tokoh masyarakat.