p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nabatia
Suci Putri Fetindah
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Phytoremediation Based Typha Latifolia Landscape Design Strategy For Lapindo Mud Land Recovery And Eco-Tourism Sidoarjo Irmayani; Suci Putri Fetindah; Intan Komalasari
Nabatia Vol 10 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.733 KB) | DOI: 10.21070/nabatia.v10i1.1606

Abstract

Lumpur Lapindo adalah suatu peristiwa bocornya pengeboran gas bumi yang terjadi di kabupaten Sidoarjo. Kebocoran pengeboran gas bumi tersebut dilakukan atas kelalaian PT. Lapindo Brantas. Hal ini yang menyebabkan pencemaran tanah akibat logam berat seperti Cd, Hg, dan Pb sehingga berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman atau tumbuhan. Bahkan semburan tersebut terus berlanjut hingga kini. Semburan lumpur dialirkan ke sungai porong untuk menghindari rusaknya tanggul yang tingginya lebih dari 10 m. Meski sudah banyak penelitian tentang upaya penyelesaian lahan terkena lumpur Lapindo tapi volumenya mengalami penurunan yang tidak signifikan. Solusi alternatif yang ditawarkan dalam penelitian ini dengan melakukan fitoremediasi menggunakan tanaman ekor kucing dengan konsep lanskap atau design yang dilakukan di lingkungan terbuka dengan penataan yang jelas dan memberikan nilai estetika. Tanaman ekor kucing ini sebagai agen fitoremediator yang mampu menurunkan kadar ion logam berat seperti kadmium (Cd) di dekat permukaan tanah. Metode penulisan karya ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang kami peroleh merupakan data primer dan data sekunder dari berbagai literatur kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk memberikan solusi terkait lahan yang terkena lumpur lapindo melalui fitoremediasi. Lahan tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai areal recovery eko-wisata di daerah Sidoarjo melalui strategi design lanskap karena memberikan peluang besar jika dapat dioptimalkan pemanfaatan lahan tersebut.
Petunia in Lapindo Mud Area as Verticultural Land Suci Putri Fetindah; Ardin Wira Yuda; Mahendra
Nabatia Vol 10 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.063 KB) | DOI: 10.21070/nabatia.v10i1.1607

Abstract

The area affected by the Lapindo mud is contaminated with heavy metals, one of which is lead (Pb) which is above the threshold of 3.0 mg/kg. The treatment is to apply a strategy through phytoremediation to minimize excess heavy metal content. One of the plants that is effectively used for phytoremediation is Petunia because it is resistant to heavy metals. This study aims to develop the potential of land affected by the Lapindo mud by using vertical planting methods, utilizing the capillarity of water in the absorption of plant nutrients to decorate the affected land and assisting the absorption of lead type heavy metal (Pb) in maximizing the effectiveness of related uses. The research is described through a vertical design around the Lapindo mud area. The method used to apply the technology is the practice of planting on vertical media and supervision in the form of fertilization and plant maintenance until the harvest period. The research data were analyzed using quantitative descriptive statistics. The results of the evaluation based on the indicators of the success of the activity showed that more than 90% of local residents and tourists were interested in the management of the land phytoremediation program using the Petunia ornamental plant verticulture method and the plant was able to absorb excess heavy metals (Pb).