Lulu Ismi Aziz
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Status Ekonomi, Pengetahuan, dan Pola Makan dengan Status Gizi pada Balita di Posyandu Pepaya Desa Citapen Tahun 2021 Lulu Ismi Aziz
Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jipki.v2i1.46

Abstract

Latar Belakang: Balita merupakan kelompok usia yang memerlukan asupan gizi yang cukup baik karena pada masa ini terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Kekurangan gizi pada masa ini akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan Beberapa faktor yang terkait dengan status gizi balita yaitu kondisi status ekonomi, pengetahuan ibu, dan pola makan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status ekonomi, Pengetahuan Ibu dan Pola Makan dengan status gizi pada balita di Posyandu Pepaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di Posyandu Pepaya Desa Citapen  pada tahun 2021 sebanyak 60 ibu. Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu semua ibu yang mempunyai balita yakni sebanayk 60 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan balita bertatus ekonomi tinggi sebanyak 38 orang atau 63,3%. Ibu yang mempunyai  balita dengan pola makan baik sebanyak 45 orang atau 75,0%. Ibu yang mempunyai balita  berpengetahuan baik sebanyak 41 orang atau 68,3%.  Hasil analisis bivariat status gizi dengan status ekonomi didapatkan (p=0,009; OR=4,29), status gizi dengan pengetahuan ibu didapatkan (p=0,004; OR=5,23), dan status gizi dengan pola makan didapatkan (p=0,023;OR=4,00). Kesimpulan: Dari semua hasil analisis disimpulkan terdapat hubungan bermakna antara status ekonomi, pengetahuan ibu, dan pola makan dengan status gizi. Bagi masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga asupan gizi balitanya.