Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Tentang Tanda Bahaya Pada Kehamilan Trimester III di Klinik Pratama Widuri Sleman Dwi Ratnaningsih; Maria Fransiska Ariyyawa Nira
Jurnal Permata Indonesia Vol 12 No 1 (2021): Volume 12,Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.298 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v12i1.23

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO, 2015) menyatakan bahwa angkakematian ibu masih tinggi yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup yang disebabkan oleh hepatitis5%, Anemia 13%, perdarahan 40%, eklamsi atau preeklamsi 15%, infeksi 10%, partus lama10% dan penyebab lainnya 7%. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil primigravidatentang tanda bahaya pada trimester III di Klinik Pratama Widuri. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif dengan subyek semua ibu hamil trimester III yang berkunjung di KlinikPratama Widuri, dengan jumlah 40 responden. Cara pengambilan data dengan menggunakankuesioner dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Responden pada penelitian ini 67,5%berumur 20-25 tahun, pekerjaan responden yang bekerja sebagai IRT (tidak bekerja) berjumlah55%, berpendidikan SLTA (menengah) berjumlah 75%, dan sumber informasi daridokter/bidan 75%. Tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida tentang tanda bahaya padatrimester III dengan kategori kurang 75%. Tingkat pengetahuan tentang pengertian tandabahaya pada ibu hamil 45%. Jenis-jenis tanda bahaya pada ibu hamil 95% dan penanganantanda bahaya pada ibu hamil 60%. Tingat penegetahuan ibu hamil primigravida tentang tandabahaya pada trimester III di Klinik Pratama Widuri tahun 2020 dalam kategori kurang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Seksual Pranikah Pada Remaja Kelas XI SMK N 1 Dlingo Tita Restu Yuliasri; Septaria Alfi Fadila; Amalina Tri Susilani; Dwi Ratnaningsih
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 2 No. 1 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v2i1.29

Abstract

Indonesian adolescents face growing risks of engaging in premarital sexual behaviors, including kissing, touching, and sexual intercourse, which may result in unwanted pregnancy, unsafe abortion, and sexually transmitted infections. Limited knowledge about premarital sex increases adolescents’ vulnerability to peer pressure and social media influence. Adequate knowledge is therefore essential for forming responsible sexual attitudes. This study aimed to analyze the relationship between knowledge levels regarding premarital sexual activity and premarital sexual attitudes among eleventh-grade students at SMK N 1 Dlingo. This observational analytical study used a cross-sectional design. Total sampling was applied, involving all 199 eleventh-grade students as respondents. Data were collected using a validated and reliable questionnaire. Statistical analysis was performed using the Chi-Square test with SPSS software. Results showed that 168 students had good knowledge, 15 had sufficient knowledge, and 16 had insufficient knowledge. Regarding attitudes, 134 students demonstrated positive attitudes toward premarital sex, while 65 demonstrated negative attitudes. Bivariate analysis produced a p-value of 0.000, indicating a significant relationship between knowledge level and premarital sexual attitudes among adolescents. These findings emphasize the importance of school-based sexual education to promote informed attitudes and prevent risky behaviors among Indonesian adolescents today.