Dwi Ratnaningsih
Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI DI SMP NEGERI 2 PAKIS KABUPATEN MAGELANG : TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI DI SMP NEGERI 2 PAKIS KABUPATEN MAGELANG Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Vol 13 No 1 (2022): Volume 13, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.969 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v13i1.56

Abstract

Latar Belakang : Pernikahan dini di Kabupaten Magelang masih tergolongsangat tinggi, dari 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang, Kecamatan pakismemiliki presentase tertinggi yaitu sebesar 38,60%. Pernikahan dini berpengaruhterhadap kesehatan reproduksi remaja, seperti komplikasi dalam kehamilan karenaanatomi tubuh yang belum siap hamil dan bersalin, sehingga berisiko tinggimengalami, kehamilan dengan anemia karena defisiensi nutrisi, abortus(keguguran), risiko melahirkan ( BBLR ) berat badan lahir rendah. Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII tentang dampak pernikahan dini pada kesehatanreproduksi di SMP Negeri 2 Pakis Kabupaten Magelang. Metode :Penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan metode survey denganpendekatan Cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah semua siswi kelasVIII di SMP Negeri 2 Pakis Kabupaten Magelang yang diambil dengan mengunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Uji Statistik menggunakan uji Analisa Univariat. Hasil : Di SMPN 2 Pakis dengan jumlah 70 remaja putri kelas VIII diperolehpengetahuantentang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksisebanyak 10 remaja (14,3) berpengetahuan baik, 33 remaja (47,7%)berpengetahuan cukup, dan 27 remaja (38,6) berpengetahuan kurang. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII tentang dampakpernikahan dini pada kesehatan reproduksi di SMPN 2 Pakis KabupatenMagelang menunjukan 32 remaja berpengetahuan cukup (45,7%) Kata Kunci : (Pengetahuan, Pernikahan dini, Kesehatan Reproduksi.)
Evaluasi Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kebersihan Diri Saat Menstruasi dalam Mendukung Kesehatan Reproduksi Remaja” Dwi Ratnaningsih; Delsiana Novita Wongo; Amalina Tri Susilani; Tita Restu Yuliasri
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.402

Abstract

Menstruasi merupakan proses fisiologis normal yang dialami remaja putri sebagai tanda kematangan sistem reproduksi. Selama periode menstruasi, penerapan personal hygiene yang baik menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran reproduksi dan keputihan patologis. Tingkat pengetahuan yang memadai mengenai kebersihan diri saat menstruasi diyakini berperan dalam membentuk perilaku kesehatan reproduksi yang positif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kebersihan diri saat menstruasi dalam mendukung kesehatan reproduksi remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Mlati Kabupaten Sleman Yogyakarta yang telah mengalami menstruasi sebanyak 65 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur mengenai personal hygiene saat menstruasi dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun (67,7%). Sumber informasi utama mengenai personal hygiene menstruasi berasal dari orang tua atau saudara (35,4%), guru (29,2%), media sosial (26,2%), dan teman (9,2%). Tingkat pengetahuan responden menunjukkan bahwa 30 responden (46,2%) memiliki kategori pengetahuan baik, 27 responden (41,5%) kategori cukup, dan 8 responden (12,3%) kategori kurang. Sebagian besar remaja putri memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai kebersihan diri saat menstruasi.