Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS FISIK PADA ANAK DAN REMAJA SELAMA PANDEMI COVID-19: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS Kemal Akbar Suryoadji; Darrin Ananda Nugraha
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 13 No. 1 (2021): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol13.iss1.art3

Abstract

Aktivitas fisik merupakan komponen esensial bagi kesehatan. Sejak awal tahun 2020, infeksi COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi sehingga aktivitas fisik masyarakat, termasuk anak dan remaja, menjadi terbatas. Pada tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menelusuri pengaruh pandemi COVID-19 terhadap penurunan aktivitas fisik pada anak dan remaja.  Dilakukan pencarian literatur pada pada PubMed, Scopus, Cochrane library, and Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah “physical activity AND children AND COVID-19”. Strategi pencarian literatur disajikan dalam bentuk diagram alir. Terdapat 8 studi yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil systematic review disajikan dalam format tabular. Hasil pencarian literatur menunjukkan penurunan aktivitas fisik serta peningkatan kebiasaan hidup sedenter pada populasi anak dan remaja. Dibutuhkan intervensi pada keluarga serta pembuatan kebijakan yang mengakomodasi kebutuhan aktivitas fisik pada anak dan remaja. 
PATOFISIOLOGI GEJALA PENYAKIT THALASEMIA BETA: A NARRATIVE REVIEW Kemal Akbar Suryoadji; Irvan Muhammad Alfian
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 13 No. 2 (2021): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol13.iss2.art2

Abstract

Thalasemia beta adalah kondisi terjadinya mutasi dari gen beta-globin yang diwariskan dan menyebabkan berkurangnya sintesis rantai beta-globin hemoglobin. Prevalensi thalasemia beta di Indonesia mencapai 3% dari penduduk yang merupakan salah satu tertinggi dari seluruh negara di asia tenggara. Patofisiologi thalasemia beta perlu diketahui sebagai proses terjadiya gejala yang timbul dan agar dapat mengidentifikasikan pasien yang datang dengan suspek thalasemia beta. Tinjauan pustaka terkait patofisiologi berbagai gejala thalasemia beta dibuat berdasarkan temuan dari berbagai jurnal internasional yang terpercaya dan terbaru. Kondisi thalasemia beta menyebabkan adanya pemecahan dari eritrosit yang dihasilkan akibat berkurangnya rantai globin beta dan terdapat rantai globin alpha yang bebas. Kondisi pecahnya eritrosit selanjutnya menyebabkan meningkatnya kerja limpa, meningkatnya jumlah besi yang menyebabkan kelebihan besi, heme yang keluar dari eritrosit juga berubah menjadi bilirubin sehingga berlebih, dan juga terjadi hematopoiesis ekstramedular. Berbagai proses tersebut selanjutnya menyebabkan gejala-gejala pada thalasemia beta seperti splenomegali, facies cooley, anemia, ikterus, dan hepatomegali. Tiga proses yang mendasari patofisiologi pada gejala thalasemia adalah kompensasi terbentuknya sel darah merah yang tidak sempurna, berlebihnya deposit zat besi di berbagai organ, dan hematopoiesis ekstramedular. Proses tersebut dapat menjadi dasar pemahaman dari berbagai manifestasi klinik baik pada anamnesis dan pemeriksaan fisik yang muncul pada pasien thalasemia beta.