Faiz Kamal
UIN Saizu Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Muhkam Dan Mutasyabbih M. Syahrur (Teori dan Penerapannya) Faiz Kamal
MAGHZA Vol 7 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v7i2.7059

Abstract

Abstrack Muhkam Mutasyabbih is a term on the side of the clarity and vagueness of the meaning of the Qur'an. In this case, the classical commentators have classified several approach methods in order to be able to spawn a goal from the verse in question. However, Muhammad Syahrur has a different perspective in understanding the verses of Muhkam Mutasyabbih. As a contemporary Islamic thinker who is subject to controversy, Muhammad Syahrur assumes that all classical studies are not final. There needs to be a renewal in order to produce maqosidul verses that are in accordance with the context and current principles. Departing from this, the author presents the theoretical principles echoed by Muhammad Syaḥrur in understanding the verses of Muḥkam Mutasyabbih and describes the interpretation and implications for the interpretation of the Qur'an. Furthermore, in this study the authors found an important point, namely Muhammad Syahrur's reconstruction of Muhkam's verses which he categorized as al-Risalah while Mutasyabih as al-Nubuwwah. This paper is a form of criticism of Syahrur's ijtihad in interpreting a verse that is far different from traditional Islamic scholars from both the salaf and khalaf circles. Keyword: Muhkam and Mutasyabbih, Contemporary, Muhammad Syahrur Abstrak Muhkam Mutasyabbih merupakan sebuah istilah pada sisi kejelasan dan kesamaran makna al-Quran. Dalam hal ini para mufassir klasik sudah mengklasifikasikan beberapa metode pendekatan agar bisa menelurkan sebuah tujuan dari ayat yang dimaksud. Namun demikian, Muhammad Syahrur mempunyai cara pandang berbeda dalam memahami ayat-ayat Muhkam Mutasyabbih. Sebagai seorang pemikir islam kontemporer yang syarat akan kontroversial ini, Muhammad Syahrur beranggapan bahwa seluruh kajian-kajian klasik bukanlah suatu hal final. Perlu adanya pembaharuan agar menghasilkan maqosidul ayat yang sesuai dengan konteks dan prinsip-prinsip masa kini. Berangkat dari sini, penulis menyajikan prinsip teoritis yang digaungkan Muhammad Syaḥrur dalam memahami ayat-ayat Muḥkam Mutasyabbih serta memaparkan penafsiran dan implikasinya terhadap penafsiran al-Quran. Selanjutnya, dalam penelitian ini penulis temukan poin penting yaitu rekonstruksi Muhammad Syahrur tentang ayat-ayat Muhkam yang ia kategorikan sebagai al-Risalah sedangkan Mutasyabih sebagai al-Nubuwwah. Tulisan ini sebagai wujud kritik atas ijtihad Syahrur dalam menafsirkan sebuah ayat yang jauh berbeda dengan ulama tradisional Islam baik dari kalangan salaf maupun khalaf. Kata Kunci: Muhkam dan Mutasyabbih, Kontemporer, Muhammad syahrur