Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SIFAT FISIKOKIMIA MINUMAN INSTANT TERUNG ASAM (Solanum ferox L) DENGAN PENAMBAHAN DEKSTRIN DAN VARIASI SUHU PENGERINGAN Eko Budiarto; Suparno Suparno; Wijantri Kusumadati; Muliansyah Muliansyah; Selvie Mahrita; Evi Faridawaty
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan dan konsentrasi dekstrin terhadap mutu minuman instan terung asam. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangkaraya Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor yaitu suhu pengeringan (P) : (50 °C, 55 °C, 60 °C) dan konsentrasi dekstrin (D) :(10 %, 15 %, 20 %,). Parameter yang dianalisa adalah rendemen, kadar air, kadar vitamin C, total padatan terlarut, waktu larut, uji organoleptik hedonic warna, aroma dan rasa. Berdasarkan penelitian diatas, perlakuan terbaik dalam pembuatan minuman instan terung asam ini adalah pengeringan menggunakan suhu 55 °C dengan konsentrasi dekstrin 10 %. Ini disimpulkan berdasarkan nilai vitamin C yang tertinggi dan skor warna yang dihasilkan adalah paling baik.
PENGARUH LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU TEH HERBAL DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) Selvie Mahrita; Wijantri Kusumadati; Evi Faridawaty; Tianto Tianto
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i4.4328

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengaruh lama pengeringan dan mengetahui pengeringan yang tepat untuk menghasilkan teh herbal yang bermutu. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap sederhana pada suhu yang sama 50 °C didalam oven dengan perlakuan lama pengeringan yaitu: P1 = 110 menit, P2 = 130 menit, P3 = 50 menit, P4 = 170 menit dan P5 = 190 menit dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh lama pengeringan adalah pada uji aktivitas antioksidan, kadar abu, kadar air, rendemen dan uji organoleptik seperti aroma dan warna teh berpengaruh nyata tetapi uji rasa teh tidak berpengaruh nyata dengan pengeringan yang tepat terdapat pada perlakuan P3, waktu pengeringan 150 menit dan suhu 50 °C didalam oven yang merupakan pengeringan terbaik sarta sesuai SNI.
PENGARUH FORMULASI SANTAN DAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA ES KRIM Selvie Mahrita; Wijantri Kusumadati; Evi Faridawaty; Tianto Tianto
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 8: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i8.2391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh formulasi dari santan dan labu kuning terhadap sifat fisik dan kimia es krim agar mendapatkan formulasi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu campuran formulasi antara santan dan labu kuning. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan formulasi, yaitu : A0 (50% santan dan 50% labu kuning), A1 (40% santan dan 60% labu kuning), A2 (30% santan dan 70% labu kuning) dan A3 (20% santan dan 80% labu kuning). Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 20 sampel satuan percobaan. Parameter yang di uji meliputi daya leleh (menit), kadar protein (%), kadar air (%), kadar lemak (%), total padatan (%) dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi santan dan labu kuning berpengaruh nyata terhadap daya leleh (menit), kadar protein (%), kadar air (%), kadar lemak (%), total padatan (%) dan uji organoleptik berdasarkan parameter warna dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap rasa dan aroma. Perlakuan A0 (50% santan dan 50% labu kuning) adalah pelakuan terbaik, karena kadar lemak, kadar air dan total padatan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) produk es krim.
SURVEY PENGGUNAAN VARIETAS BENIH , PEMANENAN DAN PENYEDIAAN BENIH PADI BERMUTU DALAM MENDUKUNG KEGIATAN FOOD ESTATE EKSTENSIFIKASI DI KABUPATEN KAPUAS Evi Faridawaty; Odi Andanu; Selvie Mahrita
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 5: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan Mengetahui penggunaan varietas benih, pemanenan dan penyediaan benih dalam mendukung kegiatan Food Estate di Kabupaten Kapuas apakah sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kegiatan Food Estate Ekstensifikasi Kabupaten di Kapuas dimulai pada tahun 2020 dan merupakan salah satu program dari Kementrian Pertanian untuk mengembangkan produksi pangan secara terintegrasi. Pelaksanaan kegiatan Food Estate Ekstensifikasi yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas meliputi 7 (tujuh) wilayah kecamatan dan 47 desa antara lain Kecamatan Basarang, Kapuas Murung, Pulau Petak, Dadahup, Bataguh, Kapuas Barat dan Mantagai dengan total luasan 12.769, 28 Hektar luas bukaan baru.Berdasarkan data hasil wawancara dengan responden dan analisis data secara deskriptif bahwa penggunaan varietas benih sudah sesuai dengan standard, dan juga telah menggunakan varietas benih bermutu dan bersertifikat dengan harga yang sesuai dengan kelas benihnya. Pemanenan benih padi di lokasi Food Estate yang berkaitan dengan prosedur pemanenan, syarat panen , pengolahan benih, pengemasan penyimpanan benih, proses sertifikasi didapatkan hasil rata-rata responden menyatakan sudah sesuai dengan tahapan dan prosedur panen benih Penyediaan benih berdasarkan data yang didapatkan dari responden sesuai dengan prosedur meliputi pengangkutan/distribusi,pengemasan, ketersediaan label benih bersertifikat, perlakuan benih selama penyimpanan sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Penggunaan varietas benih di lokasi food estate Kabupaten Kapuas sebagian besar responden menyatakan penggunaan varietas benih sudah sesuai dengan standard dan harga yang telah ditetapkan. varietas benih.
PENGARUH FORMULASI SANTAN DAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA ES KRIM Selvie Mahrita; Evi Faridawaty; Christian Feri
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh formulasi dari santan dan labu kuning terhadap sifat fisik dan kimia es krim agar mendapatkan formulasi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu campuran formulasi antara santan dan labu kuning. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan formulasi, yaitu : A0 (50% santan dan 50% labu kuning), A1 (40% santan dan 60% labu kuning), A2 (30% santan dan 70% labu kuning) dan A3 (20% santan dan 80% labu kuning). Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 20 sampel satuan percobaan. Parameter yang di uji meliputi daya leleh (menit), kadar protein (%), kadar air (%), kadar lemak (%), total padatan (%) dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi santan dan labu kuning berpengaruh nyata terhadap daya leleh (menit), kadar protein (%), kadar air (%), kadar lemak (%), total padatan (%) dan uji organoleptik berdasarkan parameter warna dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap rasa dan aroma. Perlakuan A0 (50% santan dan 50% labu kuning) adalah pelakuan terbaik, karena kadar lemak, kadar air dan total padatan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) produk es krim
Pembimbingan Wirausaha Mahasiswa dan Pemuda Gereja Melalui Kegiatan Budidaya Jamur Tiram Emmy Uthanya Antang; Yustinus Sulistiyanto; Kartika Bungas; Selvie Mahrita; Herwin Sutrisno; Theresia Susi; Luluk Tri Harinie; Herry Redin; Shella A.J. Winerungan; Evi Faridawaty
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v10i1.9916

Abstract

Wirausaha adalah  orang-orang yang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan berbagai peluang usaha menjadi kesempatan usaha yang menguntungkan dirinya dan masyarakat konsumennya, memiliki kepemimpinan pribadi yang tinggi yang tercermin dari daya juang yang tinggi, kesabaran dalam menghadapi tantangan, dan toleransi terhadap ketidakpastian. Tantangan yang dihadapi generasi muda pada masa mendatang adalah ketidakpastian terhadap lapangan pekerjaan. Jumlah pencari kerja dari tahun ke tahun semakin meningkat, sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia peningkatannya tidak berbanding lurus dengan jumlah peningkatan peningkatn pencari kerja.   Pada tahun 2020 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mencanangkan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan “hak belajar tiga semester di luar program studi” yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.  Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi, salah satunya adalah melakukan kegiatan kewirausahaan, dengan mengembangkan jiwa kewirausahaan pada diri setiap mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda sebagai bekal untuk mengatasi persoalan lapangan pekerjaan.  Kewirausahaan yang merupakan upaya untuk melakukan mencari dan menemukan sesuatu yang baru, dan harus diikuti dengan pemikiran kreatif dan tindakan inovatif untuk menciptakan peluang.   Oleh karenanya untuk membangun wirausahawan muda tidak cukup hanya memberikan pembekalan dengan belajar di kelas tapi diperlukan   praktek kerja untuk memberikan pengalaman dan membangkitkan kreativitas, inovatif dan jiwa entrepreunership pada diri setiap mahasiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat tentang “Pembimbingan Wirausaha Mahasiswa dan Pemuda Gereja Melalui Kegiatan Budidaya Jamur Tiram” bertujuan untuk 1) membangun kesadaran dan motivasi kewirausahaan; 2) menumbuhkan jiwa interpreneurship, dan 3) memberikan pengalaman pengelolaan usaha. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan-pelatihan, serta praktek usaha budidaya jamur tiram. Pelatihan yang akan dilaksanakan meliputi: 1) Pelatihan Kewirausahaan; 2) Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Jamur Tiram