Berdasarkan hasil observasi awal keterampilan menulis kembali dongeng pada peserta didik kelas VII B SMPN 2 Cempaga masih tergolong rendah karena belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75. Permasalahan yang menyebabkan rendahnya keterampilan menulis kembali dongeng peserta didik di antaranya: peserta didik kesulitan dalam mengembangkan idesehingga dongeng yang dihasilkan peserta didik belum maksimal, peserta didik kesulitan dalam mengingat-ingat peristiwa dan hasil tes awal menunjukkan rata-rata di bawah KKM. Untuk mengatasi rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis kembali dongeng, peneliti memberikan solusi dengan menggunakan model pembelajaran langsung dengan media gambar seri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis kembali dongeng. Penelitian ini terdiari atas dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Tes berupa menulis kembali dongeng, sedangkan nontes berupa observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto. Analisis data meliputi data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan (1) proses pembelajaran menulis kembali dongeng menggunakan model pembelajaran langsung dengan media gambar seri pada siklus I dan siklus II berlangsung cukup baik, dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup sesuai dengan rencana pembelajaran dan terjadi peningkatan, yaitu suasana kelas kondusif siklus I sebesar 70,96 % mengalami peningkatan menjadi 83,87%, keintensifan reaksi dan respon siklus I sebesar 74,19% keintensifan reaksi dan respon, dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 87,09%, keintensifan interaksi dan kerjasama siklus I 83,97% menjadi 90,32%, kekondusifan peserta didik siklus I 80,64% mengalami peningkatan menjadi 90,32%, dan terbangunya suasana reflektif siklus I 83,87% mengalami peningkatan menjadi 96,77%.(2) nilai tes menulis kembali dongeng peserta didik, pada sikus II mengalami peningkatan rata-rata nilai kelas sebesar 84,19 atau meningkat sebesar 10,32 atau sebesar 13,87% dari nilai rata-rata 73,87 pada siklus I (3) perubahan perilaku peserta didik ke arah positif.