Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Migration Phenomenon and Urban Bias in Indonesia Ana Susiati
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 1 No. 7 (2022): December 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v1i7.2227

Abstract

The situation in urban areas that is experiencing the phenomenon of uncontrolled urbanization will result in many new problems such as increased deviance due to poverty, massive unemployment, an increase in slum areas, and so on. From this, urbanization can be seen as an indicator in determining the level of urban development both in the economic and social context. That way, it is possible to better see the form or understanding of urbanization and its impact on life in the city. Qualitative literature review is used by researchers as a type of research in this study. The data used is secondary data obtained indirectly from certain parties and media, meaning that there are certain parties who become intermediaries where they are the ones who obtained and recorded the data beforehand. Developmental life and developmental backwardness are “a series which are interrelated and cannot be separated from one another. Underdevelopment in rural areas arises because there is no balanced development carried out in urban areas. Distributed contributors to the failure of development in rural areas are the wrong views of influential actors in making views on rural conditions, both the physical and social conditions of the people. Urban bias is a concept that still influences development goals in rural areas and is considered relevant
Perbandingan Berbagai Metode Pengukuran Geolistrik untuk Eksplorasi Air Tanah Ana Susiati; Didin Hidayatullah; Mohamad Farid Hidayatulloh
JUPITER (JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jupiter.v9i1.19552

Abstract

Pemanfaatan air tanah sebagai sumber penyediaan air bersih untuk berbagai keperluan pada daerah limpasan menunjukkan tren yang terus meningkat, sedangkan penggunaan lahan untuk resapan juga mengalami perubahan seiring dengan berjalannya pembangunan. Untuk memenuhi kebutuhannya, banyak orang bergantung pada eksplorasi dan eksploitasi berbasis lahan. Air tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang paling penting dan tidak dapat dipisahkan bagi kehidupan di bumi. Eksplorasi air tanah memerlukan teknik yang tepat dan efisien. Salah satu metode yang umum digunakan adalah metode resistivitas listrik karena efisien dan ekonomis dalam menentukan air tanah. Vertical Electrical Sounding (VES) Metode pengukuran resistivitas batuan dari permukaan untuk mengetahui lapisan batuan bawah permukaan. Resistivitas geolistrik merupakan salah satu variabel yang merupakan sifat fisik lapisan batuan di bawah permukaan. Data resistivitas batuan dapat digunakan untuk mengembangkan model struktur bawah permukaan dan stratigrafi ditinjau dari sifat kelistrikannya. Resistivitas geolistrik bergantung pada litologi, kandungan udara, porositas, dan konsentrasi ion pori. Metode geolistrik terbagi menjadi dua bagian yaitu metode pemetaan resistivitas sebagai metode resistivitas yang bertujuan mempelajari variasi jenis resistivitas lapisan horizontal secara horizontal dan metode sounding resistivitas atau metode resistivitas pengeboran yang mempelajari variasi resistivitas batuan di bawah permukaan bumi secara vertikal. . Pengolahan data hasil pengukuran geolistrik dapat dilakukan dengan metode kurva standar, 2- Metode Dimensi (Schlumberger dan Wenner), Metode 3 Dimensi (Konfigurasi dipol-dipol, Konfigurasi Partisi Lee, Sumber Garis Persegi Panjang, Sistem Gradien 3 Titik). Oleh karena itu, ambiguitas dalam interpretasi dapat terjadi dan menjadi sangat diperlukan untuk mengkalibrasi data pengukuran geolistrik dengan data lubang bor yang tersedia untuk menentukan kisaran resistivitas berbagai satuan litologi. Data resistivitas dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kondisi bawah permukaan seperti keberadaan dan jenis akuifer, air tanah yang terkontaminasi, dan distribusi ukuran sedimen.