Frengki Hardian
Pascasarjana Universitas Yarsi Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Aspek Teknologi dalam Pembuatan Akta Autentik Secara Elektronik pada Pengaturan Jabatan Notaris di Era Industri 5.0 Ade Irawan; M. Ryan Bakry; Frengki Hardian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i8.503

Abstract

This study describes the concept of the existence of technological aspects and the form of regulation of the office of notary in the technology-based industrial era 5.0 in making authentic deeds electronically (cyber notary), with a doctrinal legal research method using a statutory approach and a conceptual approach made from primary, secondary, tertiary law with qualitative analysis. The results of this study state that the existence of technological aspects in making notarial authentic deeds in the industrial era 5.0 conceptually needs to be made an integrated notary system in the form of a digital application (platform) integrated with various institutions/ministries, so that the reading of deeds, fingerprints and signatures of various parties can be done digitally and real time validation of documents that are the basis for making the deed until the form of notarial deed is paper less (without paper media). Thus, the form of regulation of the office of notary in the era of technology-based industry 5.0 in making authentic deeds must be able to answer and respond to various developments and changes in social dynamics in society. To meet legal needs, the legislators need to realize progressive law.
Kemanfaatan Hukum Atas Putusan Mahkamah Agung Nomor 3/P/Hum/2022 Terhadap Proses Pengangkatan Notaris di Indonesia Hanna Rustika Wulan; Mohammad Ryan Bakry; Frengki Hardian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 09 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i09.530

Abstract

Untuk dapat menjabat sebagai seorang notaris perlu melalui rangkaian proses yang cukup ketat, karena untuk menghasilkan notaris yang amanah dan berkualitas harus berdasarkan peraturan hukum yang berlaku baik dari sisi peraturan hukum positif maupun sisi peraturan hukum agama. Oleh sebab itu, salah satu persyaratan menjadi seorang notaris adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana yang tertuang di dalam Pasal 3 UUJN 2014 (UUJN-P). Adapun persyaratan pengangkatan notaris telah diatur dalam UUJN-P yang teknis pelaksanaannya diatur dalam Permenkumham Nomor 19 Tahun 2019 tentang Syarat dan Tata Cara Pengangkatan, Cuti, Perpindahan, Pemberhentian, dan Perpanjangan Masa Jabatan Notaris. Namun seiring perjalanannya, terdapat Pasal di Permenkumham tersebut yang diuji materilkan oleh seorang calon notaris dan mengakibatkan keberadaan Pasal tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung, yakni pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kualitas Jabatan Notaris (PPKJN) yang diselenggarakan oleh Kemenkumham. Oleh karenanya, penulisan tesis ini bertujuan untuk menelaah Putusan Mahkamah Agung Nomor 3/P/HUM/2022 berkenaan dengan dibatalkannya PPKJN tersebut terhadap postur jabatan notaris di masa depan dengan menggunakan metode penelitian bersifat yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konsep serta melakukan panduan wawancara langsung dengan Notaris sekaligus Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP-INI).