Luthfi Atmasari
Prodi Psikologi Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

School Well-Being Dan Kecemasan Akademik Pada Mahasiswa Alvin Nur Muhammad Azyz; M. Qomarul Huda; Luthfi Atmasari
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.733 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i1.350

Abstract

Masalah yang seringkali dialami oleh mahasiswa di kampus adalah enggan bertanya pada dosen dan kurang familiar dengan fasilitas kampus, hal ini dapat berakibat negatif seperti timbulnya kecemasan. Kondisi tersebut akan berdampak pada penilaian mahasiswa terhadap kampusnya. Penilaian individu berkaitan dengan keadaan lingkungan tempat belajarnya disebut dengan school well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara school wellbeing dengan kecemasan akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif asosiatif atau hubungan. Adapun penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa aktif S1 IAIN Kediri dengan jumlah populasi pada penelitian ini adalah 6216 mahasiswa. Sedangkan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling berupa stratified random sampling, kemudian didapatkan sampel sebanyak 330 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala school well-being dan skalakecemasan akademik. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment dari Pearson yang memiliki taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif yang signifikan antara school well-being dengan kecemasan akademik dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,653. Hasil penghitungan sumbangan efektif didapatkan bahwa sumbangan variabel school well-being dengan kecemasan akademik sebesar 42,6%. Dengan demikian masih terdapat 67,4% faktor lain lagi yang mempengaruhi kecemasan akademik pada mahasiswa IAIN Kediri, yang mana hal tersebut tidak diungkap dalam penelitian ini.
Hubungan antara Locus of Control dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Psikologi IAIN Kediri Moh. Soleh; Moh Irfan Burhani; Luthfi Atmasari
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.128 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v4i2.366

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between locus of control and academic procrastination in psychology students at IAIN Kediri. This study used a quantitative random sampling method with 68 students as the subject. The measuring instrument used was a locus of control scale with a reliability of 0.958 and academic procrastination with a reliability of 0.893 which was compiled by the researcher. After the sample is given a measuring instrument, the results of statistical calculations with Pearson's product moment analysis show the sig = -0.011 (> r table 0.244) and a determination coefficient of 0.121, which means that the locus of control variable contributes to academic procrastination by 12.1 percent and the rest 87.9% is determined by other factors.
Self-control Mahasiswa yang Memiliki Kebiasaan Menonton Film Porno Safarina Fajri Arbi; Khaerul Umam; Luthfi Atmasari
Happiness: Journal of Psychology and Islamic Science Vol. 5 No. 1 (2021): June
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.91 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v5i1.379

Abstract

This study uses a qualitative approach to the type of phenomenological research. The subjects are 6 active students in Kediri Regency who have a habit of watching porn films and have had sexual behavior with the opposite sex. Data were taken using indepth interviews and direct observation and analyzed using qualitative descriptive data. The results of the study revealed that the six subjects had the habit of watching porn because of various factors, which are: peer environment, curiosity, and lack of sex education. Self-control that is done is thinking about self-esteem (future consequences), thinking about the feelings of parents, and getting closer to God