Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Folding sebagai strategi desain adaptif untuk lingkungan bertinggal Raudina Qisthi Pramantha; Firda Febritha; Berti Dara Suryani; Alya Agustina
ARSNET Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture Faculty of Engineering Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.984 KB) | DOI: 10.7454/arsnet.v2i2.57

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menginvestigasi dan mendemonstrasikan bagaimana metode lipat (fold) dapat digunakan sebagai strategi desain yang adaptif dan fleksibel untuk kebutuhan perancangan rumah tinggal. Arsitektur adaptif memiliki keterkaitan dengan bentuk ‘kecairan’ arsitektur terhadap kondisi internal dan eksternal terkait manusia dan lingkungannya, serta teknologi yang meliputinya. Baik perencanaan penggunaan ruang maupun struktur yang digunakan, arsitektur adaptif perlu memungkinkan sebuah fleksibilitas serta potensi kemudahan modifikasi. Desain rumah dalam penulisan ini menunjukkan metode perancangan berbasis ide folding sebagai strategi adaptif dan fleksibilitas melalui perkembangan struktur dan layout, serta unit furnitur fleksibel yang dapat dilipat sesuai kebutuhan. Desain rumah yang dapat dilipat, digeser, diperluas, dan dipindahkan menunjukan suatu bentuk lingkungan bertinggal yang dapat bergerak dan bertumbuh bersama dengan penghuninya. Desain rumah berbasis folding dalam penulisan ini memposisikan metode perancangan lipat sebagai sebuah upaya kesatuan proses bertempat tinggal manusia dengan lingkungan sekitarnya.     This paper aims to investigate and demonstrate how the idea of folding can be used as an adaptive and flexible design method in residential design. Adaptive architecture demonstrate fluidity of architecture that arrange between the internal and external conditions of the built environments, in relation with humans and their environment, as well as the technology construct such conditions. Current literature on folding in architecture have outlined the application of such method in spatial configuration and structural system to allows flexibility and ease future modification. The folding house model in this paper shows the idea of folding as an adaptive strategy and flexibility through to the development of its spatial layout, structural system, as well as flexible interior units that can be folded as needed. A folding house that can be folded, shifted, expanded and moved shows that the house can move and grow together with its occupants. The house design explored in this study then positions the method of folding as an effort to unite the occupants with its surrounding living environment.
PENERAPAN ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN STARBUCKS RESERVE MARGO CITY DEPOK Naufal Herkamuli; Raudina Qisthi Pramantha
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2023.v22i1.8510

Abstract

Salah satu solusi pelestarian untuk memanfaatkan bangunan tua tersebut adalah dengan penerapan adaptive reuse. Salah satu bangunan tua di kota depok yang telah di renovasi dan memiliki fungsi baru adalah bangunan Starbucks Reserve Margo City Depok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan adaptive reuse pada bangunan Starbucks Reserve Margo City Depok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui adaptive reuse yang diimplementasikan dengan perubahan fungsi baru dengan tetap mempertahankan fasad bangunan dan beberapa perubahan signifikan pada bagian interior bangunan agar menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna pada saat ini. Perpaduan antara elemen-elemen bangunan rumah tua yang dipertahankan dengan menyisipkan brand identity desain strabucks memberikan karakter unik tersendiri dan menjadi daya tarik bagi pengunjung pada bangunan ini.