Heryanto Heryanto
STTI Harvest Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pemimpin Gereja Dalam Kepemimpinan Pelayanan Kaum Muda Masa Kini Heryanto Heryanto
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 5, No 1 (2020): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2020
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.651 KB) | DOI: 10.52104/harvester.v5i1.21

Abstract

Today's youth ministry is a ministry that has very different challenges and struggles than the youth ministry in the previous decade. The need for leaders in the service of young people today is needed so that youth services can be strong. Through a qualitative review of the literature using a practical theological research method that will discuss the role of church leaders in the leadership of youth ministry today. The purpose of this research is expected to open new understanding for church leaders to build and guide young people to become leaders for youth ministry. The benefit of this research is that the presence of young people in the church is well served to grow prospective young leaders who bring glory to the name of the Lord Jesus. Found several things that must be done by church leaders in building and guiding young people to be leaders in youth ministry are: First, as a spiritual guide. Second, as a pilot model followed. Third, the personal example of having the love of Jesus Christ and loving others. Fourth, inspire young people to give dedication to Jesus Christ and Fifth, to encourage spiritual growth and character. Pelayanan kaum muda pada masa kini merupakan pelayanan yang memiliki tantangan dan pergumulan yang amat berbeda dibandingkan pelayanan kaum muda dalam dekade sebelumnya. Kebutuhan terhadap para pemimpin dalam pelayanan kaum muda masa kini sangat dibutuhkan agar pelayanan anak muda dapat menjadi kuat. Melalui kajian kualitatif literatur menggunakan metode penelitian teologi praktika yang akan membahas peran pemimpin gereja dalam kepemimpinan pelayanan kaum muda masa kini. Tujuan penelitian ini diharapkan membuka pengertian baru bagi para pemimpin gereja untuk membangun dan membimbing kaum muda untuk menjadi para pemimpin bagi pelayanan kaum muda. Manfaat penelitian ini adalah agar keberadaan kaum muda di gereja terlayani dengan baik sehingga menumbuhkan calon pemimpin kaum muda yang membawa kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus. Didapati beberapa hal yang harus dilakukan para pemimpin gereja dalam membangun dan membimbing para kaum muda menjadi pemimpin dalam pelayanan kaum muda adalah : Pertama, sebagai pembimbing rohani. Kedua, sebagai model percontohan yang diiikuti. Ketiga, contoh pribadi yang memiliki kasih Yesus Kristus dan mengasihi sesama. Keempat, menginspirasi kaum muda dalam memberi dedikasi kepada Yesus Kristus dan kelima, pendorong pertumbuhan rohani dan karakter.
Budaya Populer Marvel sebagai Arena Dialog Teologi Kristen bagi Pelayanan Kaum Muda Heryanto Heryanto
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 11, No 1 (2026): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2026
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v11i1.391

Abstract

The dynamics of globalization, alongside advancements in communication technology, have become catalysts for the widespread expansion of popular culture within society. Mass media holds significant authority in constructing consumer trends, particularly among the youth, primarily for commercial interests. This culture transcends mere entertainment; it functions as an instrument that shapes daily attitudes, habits, and behaviors. Theological issues have emerged regarding popular culture disseminated through visual media, such as Marvel films, which present superhero narratives encompassing themes of good, evil, sin, atonement, and salvation—all of which are often juxtaposed with Christian theology. This research explores the popular culture of Marvel films, identifying concepts and doctrines that deviate from Biblical teachings and examining their implications for youth ministry. Employing a qualitative method through literature review and theoretical analysis, this study discusses the Church's stance and three primary strategies to utilize popular culture as a medium for evangelism and a tool for introducing existential issues, ensuring the Church remains relevant without compromising its core doctrinal essence. The findings of this research suggest that the Church can transform these cultural challenges into opportunities to fortify the faith of young people through a steadfast foundation in Jesus Christ as the sole source of authority and true salvation.  AbstrakDinamika globalisasi dan kemajuan teknologi komunikasi saat ini menjadi katalisator bagi meluasnya budaya populer di tengah masyarakat. Media massa memiliki otoritas besar dalam mengonstruksi tren yang dikonsumsi masyarakat, terutama kaum muda, untuk kepentingan komersial. Budaya ini bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen yang membentuk sikap, kebiasaan, dan perilaku sehari-hari. Munculnya isu-isu teologis seputar budaya populer yang disebarkan melalui media visual seperti film-film produksi Marvel yang menghadirkan kepahlawan super yang berkaitan tema kebaikan, kejahatan, dosa, penebusan hingga keselamatan yang dikaitkan dengan teologi Kristen. Penelitian ini mengeksplorasi budaya populer film-film Marvel yang memiliki konsep dan doktrin yang menyimpang dengan doktrin Alkitab dan implikasinya terhadap pelayanan kaum muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui kajian pustaka dan analisis teoritis,  penelitian ini juga membahas sikap dan tiga strategi utama gereja untuk menjadikan budaya populer sebagai sarana penginjilan dan sarana pengenalan isu eksistensial, gereja dapat tetap relevan tanpa kehilangan esensi doktrin intinya. Temuan penelitian ini dapat dipergunakan gereja untuk mengubah tantangan budaya ini menjadi peluang untuk memperkuat iman kaum muda melalui dasar iman yang kokoh di dalam Yesus Kristus sebagai satu-satunya sumber otoritas dan keselamatan sejati.