Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN BERAT LAHIR, PERSENTASE JENIS KELAMIN ANAK DAN SIFAT PROLIFIK INDUK KAMBING PERANAKAN ETAWAH PADA PARITAS PERTAMA DAN KEDUA DI KOTA METRO Hamdani, Muhammad Dima Iqbal
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.43 KB) | DOI: 10.23960/jipt.v3i4.p%p

Abstract

The aim of research was to compare birth weight, sex of kids, prolificacy of does between the first and second parity of Ettawa grade goat at Metro City to select replacement stock that was prolific and high at birth weight. Survey method was used in this research to observe birth weight of male and female kid, percentage of male and female kid, percentage of does foals single kid and twin, litter size between the first and second parity. Survey was conducted by observation recording of 80 heads of doe. Result of this research indicated that birth weight of male kid of the first parity (2,60 ± 0,26 kg) and the second parity (2,67 ± 0,18 kg) were higher (P<0,05) than that of female kid of the first parity (2,43± 0,21 kg) and the second parity (2,48 ± 0,15 kg), 46 % kids of the first parity and 42 % kids of the second parity were male, 54 % kids of the first parity and 58 % kids of the second parity were  female, 45 % does of the first parity and 40 % does of the second parity foal twin kids, 55 % does of the first parity and 60 % does of the second parity foal single kid, litter size of of the second parity (1,56±0,50 heads) was higher (P<0.05) than that of the first parity (1,41±0,50 heads) It could be concluded that prolificacy of does of the first and second parity were not good and kids born at the second parity and high at birth weight could be choosen as replacement stock. Key words : Birth weight, Percentage of sex, Prolific, First and Second Parity, Ettawa grade goat, Metro City.
PENENTUAN SISTEM PEMULIABIAKAN DALAM POPULASI KAMBING SABURAI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERTUMBUHANNYA Sulastri, Sulastri; Hamdani, Muhammad Dima Iqbal; Adhianto, Kusuma
JURNAL RISET AGRIBISNIS & PETERNAKAN Vol 1, No 01 (2016): JURNAL RISET AGRIBISNIS & PETERNAKAN
Publisher : JURNAL RISET AGRIBISNIS & PETERNAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.803 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan mengamati catatan kinerja pertumbuhan kambing kambing Saburai tahun 2013 sampai 2015 di wilayah sumber bibit kambing Saburai, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Tujuan penelitian adalah menentukan sistem pemuliabiakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan generasi keturunannya. Tujuan tersebut dicapai melalui estimasi heritabilitas (h2) dan ripitabilitas (r) kinerja pertumbuhan (bobot dan ukuran-ukuran tubuh pada saat lahir, sapih, dan umur satu tahun). Nilai h2 diestimasi melalui metode korelasi saudara tiri sebapak, ripitabilitas (r) diestimasi melalui metode korelasi dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai h2 dan r kinerja pertumbuhan pada saat lahir,  sapih, dan umur satu tahun masing-masing termasuk kelas sedang. Nilai h2 pada saat lahir (bobot badan (BB) 0,10, tinggi badan (TB) 0,11, panjang badan (PB) 0,13, lingkar dada (LD) 0,12, tinggi pinggul (TP) 0,14) dan nilai r saat lahir (BB 0,12, TB 0,16, PB 0,14, LD 0,14, TP 0,16) paling rendah. Nilai h2 pada umur sapih (BB 0,16, TB 0,15, PB 0,16, LD 0,17, TP 0,17) dan nilai r pada umur sapih (BB 0,16, TB 0,15, PB 0,16, LD 0,17, TP 0,17) lebih tinggi daripada saat lahir. Nilai h2 umur satu tahun (BB 0,18, TB 0,17, PB 0,16, LD 0,18, TP 0,19) dan nilai r umur satu tahun (BB 0,21, TB 0,22, PB 0,22, LD 0,21, TP 0,21) paling tinggi. Disimpulkan bahwa seleksi individu pada kinerja pertumbuhan umur sapih dan umur satu tahun merupakan sistem pemuliabiakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan kambing Saburai. Kata kunci: Kambing Saburai, Bobot badan, Ukuran-ukuran tubuh, Heritabilitas, Ripitabilitas
Keragaman Morfologi dan Bobot Badan Itik Magelang Sebagai Indikator Potensi Produksi Daging Rahayu, Ayu; Santoso, Budi; Luthfiana, Nadia Ade; Hamdani, Muhammad Dima Iqbal
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.714-723

Abstract

Itik Magelang memiliki peran penting sebagai sumber daya genetik unggas lokal dengan potensi pengembangan sebagai itik pedaging. Namun, informasi mengenai keragaman morfologi populasinya masih terbatas, sehingga diperlukan kajian morfometrik sebagai dasar seleksi dan perbaikan mutu genetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman morfologi Itik Magelang dewasa (24 minggu) yang dipelihara secara semi-intensif di Desa Sempu, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Sebanyak 100 ekor itik betina diukur parameter morfometriknya, meliputi bobot badan (BB), panjang badan (PB), lingkar dada (LD), panjang leher (PL), panjang paruh (PP), panjang kalung leher (PKL), panjang sayap (PS), panjang kaki (PK), panjang jari tengah (PJT), dan suhu tubuh (ST). Analisis menggunakan statistik deskriptif, koefisien variasi (CV), dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan keragaman rendah pada sebagian besar parameter (CV 0,41–4,77%), kecuali PKL yang memiliki keragaman sedang (CV 8,79%). Nilai rata-rata BB, PB, dan LD masing-masing adalah 1,59 ± 0,06 kg; 34,27 ± 0,66 cm; dan 33,48 ± 0,32 cm. Korelasi signifikan ditemukan antara BB dan LD (r=0,435**), BB dan PB (r=0,334*), serta BB dan PL (r=–0,619*). Disimpulkan bahwa populasi Itik Magelang cukup homogen secara morfometrik, dengan LD dan PB sebagai indikator potensial untuk seleksi peningkatan produksi daging. Temuan ini mendukung penerapan strategi seleksi berbasis morfologi dalam pengembangan itik pedaging unggul lokal.