Aliran fluida merupakan salah satu fenomena yang sering dijumpai. Aliran fluida ketika melewati suatu bodi berbentuk silinder akan terjadi transisi lapis batas aliran dari laminar menjadi turbulen disebabkan perubahan kecepatan, yang dapat menimbulkan separasi aliran. Separasi yang terjadi akan menyebabkan terbentuknya daerah wake, yang dapat menimbulkan gaya drag. Salah satu upaya guna mengurangi gaya drag yaitu dengan penambahan bodi pengganggu. Penambahan bodi pengganggu diharapkan dapat mempercepat transisi aliran agar menunda titik separasi. oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh bodi pengganggu terhadap karakteristik aliran melewati silinder sirkular tersusun tandem. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan model saluran berpenampang oktagonal. Benda uji yang digunakan berupa silinder sirkular dengan diameter D = 25 mm dengan penambahan bodi pengganggu berdiameter d = 5 mm di sisi depan silinder upstream. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan pitot static tube, wall-pressure tap dan inclined manometer. Pengujian dilakukan dengan variasi jarak antara kedua silinder utama dengan rasio L/D = 1,5 hingga 4,0 dengan ReDh sebesar 1,33 × 105 untuk mendapatkan distribusi pressure drop (∆P), koefisien tekanan (Cp), dan koefisien pressure drag (CDp). Hasil yang diperoleh bahwa penurunan nilai pressure drop efektif terjadi pada konfigurasi silinder tandem dengan bodi pengganggu pada semua konfigurasi jarak antar silinder (L/D). Penambahan bodi pengganggu 30° efektif mempengaruhi distribusi nilai koefisien tekanan. Nilai koefisien pressure drag (CDp) silinder upstream pada seluruh konfigurasi mengalami penurunan sebesar 47 – 73%.