Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT LOKA REFRACTORIES Merry Sunaryo; Maliano Ahmad Yusuf; Frisca Nadella Nur Shinta; Diana Dwi Najataini; Daffa Ade Azmi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.228

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki makna perlindungan bagi tenaga kerja yang merupakan aset penting dan berharga bagi organisasi dari terjadinya kecelakaan kerja (KK) dan penyakit akibat kerja (PAK). Penyakit akibat kerja ini juga berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawannya sehingga perlu adanya upaya pengendalian secara teknis terhadap potensi bahaya yang terjadi akibat kecelakaan kerja. Setiap insiden kecelakaan di suatu industri akan menimbulkan kerugian dan kerusakan yang mengancam jiwa manusia dan kerusakan aset. Setiap aktivitas yang melibatkan faktor manusia, mesin dan bahan yang melalui tahapan proses memiliki risiko bahaya dengan tingkatan risiko berbedabeda yang memungkinkan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja tersebut disebabkan karena adanya sumbersumber bahaya akibat dari aktivitas kerja di tempat kerja. Pelaksanaan Sosialisasi Pada Pekerja Di Industri formal (refractories) mengenai pengetahuan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja PT. Loka Refractories, Di Desa Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Kabupaten Surabaya. memiliki sasaran utama adalah pekerja bagian produksi. Jumlah pekerja yang menjadi responden adalah 10 orang. Pelaksanaan dalam kegiatan praktik kerja lapangan ini meliputi beberapa Bagian atau tahapan diantaranya adalah survei kelompok sasaran, Persiapan Sarana dan Prasarana, Pelaksanaan kegiatan, dan Evaluasi. Pemahaman yang di berikan pada pekerja adalah Pengetahuan Mengenai K3, Pengetahuan Tentang Penyakit Akibat Kerja, Pengetahuan Tentang Alat Pelindung Diri (APD). Terdapat peningkatan pengetahuan pekerja berdasarkan hasil pretest dan post test yang di lakukan. Sehingga Sebagian besar para pekerja memahami pentingnya penerapan K3, bahaya di lingkungan kerja, penyakit akibat kerja serta pengetahuan dan pentingnya Alat Pelindung Diri (APD). Untuk selanjutanya perlu dilakukan pememahaman lebih dalam mengenai K3. Para pekerja perlu lebih banyak mengetahui tentang resiko kecelakaan kerja tanpa menggunakan Alat pelindung Diri (APD) yang dapat terjadi pada pekerja
SOSIALISASI ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT LOKA REFRACTORIES Merry Sunaryo; Maliano Ahmad Yusuf; Frisca Nadella Nur Shinta; Diana Dwi Najataini; Daffa Ade Azmi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.228

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki makna perlindungan bagi tenaga kerja yang merupakan aset penting dan berharga bagi organisasi dari terjadinya kecelakaan kerja (KK) dan penyakit akibat kerja (PAK). Penyakit akibat kerja ini juga berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawannya sehingga perlu adanya upaya pengendalian secara teknis terhadap potensi bahaya yang terjadi akibat kecelakaan kerja. Setiap insiden kecelakaan di suatu industri akan menimbulkan kerugian dan kerusakan yang mengancam jiwa manusia dan kerusakan aset. Setiap aktivitas yang melibatkan faktor manusia, mesin dan bahan yang melalui tahapan proses memiliki risiko bahaya dengan tingkatan risiko berbedabeda yang memungkinkan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja tersebut disebabkan karena adanya sumbersumber bahaya akibat dari aktivitas kerja di tempat kerja. Pelaksanaan Sosialisasi Pada Pekerja Di Industri formal (refractories) mengenai pengetahuan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja PT. Loka Refractories, Di Desa Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Kabupaten Surabaya. memiliki sasaran utama adalah pekerja bagian produksi. Jumlah pekerja yang menjadi responden adalah 10 orang. Pelaksanaan dalam kegiatan praktik kerja lapangan ini meliputi beberapa Bagian atau tahapan diantaranya adalah survei kelompok sasaran, Persiapan Sarana dan Prasarana, Pelaksanaan kegiatan, dan Evaluasi. Pemahaman yang di berikan pada pekerja adalah Pengetahuan Mengenai K3, Pengetahuan Tentang Penyakit Akibat Kerja, Pengetahuan Tentang Alat Pelindung Diri (APD). Terdapat peningkatan pengetahuan pekerja berdasarkan hasil pretest dan post test yang di lakukan. Sehingga Sebagian besar para pekerja memahami pentingnya penerapan K3, bahaya di lingkungan kerja, penyakit akibat kerja serta pengetahuan dan pentingnya Alat Pelindung Diri (APD). Untuk selanjutanya perlu dilakukan pememahaman lebih dalam mengenai K3. Para pekerja perlu lebih banyak mengetahui tentang resiko kecelakaan kerja tanpa menggunakan Alat pelindung Diri (APD) yang dapat terjadi pada pekerja
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PTX Daffa Ade Azmi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2023): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v9i2.2287

Abstract

Work stress is an emotional state that arises due to the mismatch of the workload with the individual's ability to deal with the pressure of the pressure they face. The purpose of this study was to analyze individual factors and work factors related to work stress in production employees in the area of PT X. This research method is an analytical descriptive research with cross sectional approach. The population in this study amounted to 42 workers and sampling techniques using total sampling in which the number of samples equal to the number of population. The measurement of work stress is measured by referring to the regulation of the Minister of manpower No. 5 of 2018. Of the 42 people who responded, as many as 35 workers experienced stress with medium category and the remaining 7 workers experienced stress with low category. The results of statistical tests using spearmans rank showed that there was no relationship between individual factors and occupational factors. Individual factors that include age have a relationship that is unidirectional while factors of education and marital status have a relationship that is not unidirectional. As for the employment factors include length of service, work shifts and physical workload have a unidirectional relationship and for the distance of residence has a non-directional relationship. Then it is advisable for the company to provide promotion opportunities for promotion to all production employees fairly, such as appointing permanent employees. The existence of a fair promotion makes employees can be excited when working so that the level of work stress becomes low Keywords: Work stress, individual factors, occupational factors