Cynthia Ibrahim
Program Studi Profesi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Stomatitis Aftosa Rekuren pada Penderita Chicken Pox (Laporan Kasus) Andrian Nova Fitri; Cynthia Ibrahim
Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jkgt.v4i2.15491

Abstract

Stomatitis aftosa rekuren adalah jenis lesi ulserasi pada mukosa mulut yang terjadi secara tiba-tiba, akut, nyeri, rekuren, tidak menular, tidak vesikuler, dan dimediasi secara imunologis. Varicella / Chicken pox merupakan infeksi primer oleh virus Varicella zoster yang memiliki karakteristik demam akut, vesikel kemerahan yang nyeri dan gatal, dan sangat menular. Etiologi dari kelainan ini adalah Varicella zoster virus (VZV) dimana kondisi ini dapat diperparah oleh kondisi imunokompromis. Laporan kasus: seorang anak laki-laki usia 13 tahun datang bersama ibunya dengan keluhan ingin memeriksa sariawan yang banyak dan lentingan yang muncul di seluruh badannya. Sebelum lesi muncul, pasien menerima vaksin COVID-19, kemudian setelah 4 hari mengalami demam. Hasil pemeriksaan intraoral ditemukan lesi erosi berbentuk oval dengan ukuran 1-2 mm dan multiple dengan tepi lesi dikelilingi daerah kemerahan, konsistensi lunak, dengan dasar berupa jaringan nekrotik berwarna putih-kekuningan. Hasil pemeriksaan ekstraoral ditemukan lesi krusta berwarna kecoklatan dan lesi vesikel berbentuk oval dengan ukuran 1-2 mm dan multiple dengan tepi lesi dikelilingi daerah kemerahan, konsistensi lunak dan terasa sakit/perih dan gatal pada tangan, kaki, dan seluruh badan. Dari anamnesis dan pemeriksaan klinis ditegakkan diagnosis yaitu Varicella / Chicken pox dengan faktor predisposisi adanya penurunan daya tahan tubuh. Terapi simptomatis yang diberikan adalah Paracetamol 500 mg dan obat kumur mengandung asam hialuronat. Terapi kausatif yang diberikan adalah Acyclovir 400mg dan terapi suportif diberikan multivitamin. Pasien juga diberikan komunikasi, instruksi, dan edukasi agar pasien mengerti kondisi yang dialaminya dan penanggulangan yang baik.