Karnace A H Sirait
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model PBL untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa di Kelas VII SMP Negeri 3 Medan Witri Afipah Br. Pane; Karnace A H Sirait; Muliawan Firdaus
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 2 (2022): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v15i2.40096

Abstract

Siswa kelas VII-C SMP Negeri 3 Medan dipilih untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk mengetahui bagaimana model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Jenis penelitian khusus ini dikenal dengan nama Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus dan diberi nama. Investigasi ini dilakukan dengan partisipasi dari total 32 siswa yang terdaftar di kelas VII-C di SMP Negeri 3 Medan. Melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL), penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Sebelum instruksi lebih lanjut diberikan, siswa diberikan ujian kemampuan awal untuk menentukan tingkat kemahiran yang mereka miliki saat ini di bidang pemecahan masalah matematika. Berdasarkan hasil tes bakat awal yang diberikan kepada siswa, sudah menjadi rahasia umum bahwa tingkat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika masih tergolong rendah. Nilai rata-rata siswa pada tes tersebut adalah 53,13, dan persentase ketuntasan klasikalnya adalah 37,50%. Informasi ini sudah menjadi rahasia umum. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, tingkat kemampuan siswa dalam menjawab permasalahan matematika mengalami peningkatan. Peningkatan ini menghasilkan skor 77,08, dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 71,88%. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika rata-rata meningkat menjadi 88,28 poin selama tes siklus II, dan persentase siswa yang menunjukkan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 93,75%. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika meningkat karena diinstruksikan menggunakan pendekatan pembelajaran Problem-Based Learning.