Inokasay Simanjuntak
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model PBL untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa di Sma Negeri 7 Medan Inokasay Simanjuntak
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 2 (2022): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v15i2.40125

Abstract

pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini akan menggunakan PTK (PTK). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 7 Medan di Jl. Pangaribuan Medan, Kecamatan Medan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara selama tahun pelajaran 2022/2023. Dalam penelitian ini, 36 siswa kelas 12 SMA Negeri 7 Medan diwawancarai. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan non tes, untuk bagian tes menggunakan  tes  pemahaman matematis dan Tes Berpikir Kreatif Matematis sedangkan non tes yaitu    Pengamatan Terhadap Kegiatan Pembelajaran. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan Berdasarkan hasil observasi dan analisis dari siklus I dan siklus II diperoleh informasi sebagai berikut. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang mampu berpikir lancar adalah 69%, jumlah siswa yang mampu berpikir luwes adalah 67%, dan jumlah siswa yang mampu berpikir orisinal adalah 6%. Setelah diakumulasikan, berdasarkan aturan penilaian jumlah siswa yang mampu berpikir kreatif pada siklus I sebanyak 18 (50%) siswa dari 36 siswa. Karena persentase jumlah siswa yang mampu berpikir kreatif belum mencapai indikator keberhasilan yaitu minimal 75% dari seluruh siswa mendapatkan nilai minimal 2,51 sehingga pembelajaran harus dilanjutkan pada siklus II. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II, jumlah siswa yang mampu berpikir lancar adalah 92%, jumlah siswa yang mampu berpikir luwes adalah 86%, dan jumlah siswa yang mampu berpikir orisinal adalah 11%. Setelah diakumulasikan, berdasarkan aturan penilaian jumlah siswa yang mampu berpikir kreatif pada siklus I sebanyak 27 (75%) siswa dari 36 siswa. Walaupun tidak semua indikator dapat mencapai nilai minimal tetapi karena persentase jumlah siswa secara klasikal yang mencapai nilai minimal 2,51 lebih dari 75% dari seluruh siswa, maka penelitian dihentikan.