Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ocular Signs and Symptoms in Covid-19 patients Elvita L. Chandra; Laya M. Rares; Rillya D. P. Manoppo
e-CliniC Vol. 10 No. 1 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i1.37442

Abstract

Abstract : Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an inflammatory lung disease where a person can be infected and infecting other people due to the virus. The only cause of this disease was Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Over 223 countries worldwide was infected and can manifest in pulmonary and extrapulmonary system, one of which is the eye. This study aims to find out some of the ocular symptoms that were found in COVID-19 patients. This study is using the literature review method and the process of data searching using three databases, ClinicalKey, PubMed, and Google Scholar. The keywords used were Ocular Symptoms OR Ocular Manifestations AND COVID-19. The results showed some ocular symptoms that can be found in COVID-19 are ocular pain, itchiness, foreign body sensation, burning sensation, tearing, dry eyes, conjunctival hyperemia, blurred vision, conjunctival discharge, photophobia, and gritty feeling. This findings was obtained in severe cases of patients and some can occur as initial symptoms of COVID-19. In conclusion, ocular symptoms can occur in COVID-19 patients where these symptoms tend to be mild and not always detected on RT-PCR examination using conjunctiva samples. For that reason, using a proper eye protection equipment and avoiding hand-eye contact can prevent the possibility of virus transmission through the eyes.Keywords : COVID-19, Ocular Symptoms, Ocular Manifestations  Abstrak : Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah sebuah penyakit peradangan paru dimana seseorang dapat terjangkit dan menjangkiti orang lain akibat virus. Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) adalah satu-satunya kausa COVID-19. Penyakit ini telah menginfeksi 223 negara di seluruh dunia dan dapat bermanifestasi pada sistem pulmoner maupun ekstrapulmoner, salah satunya adalah mata. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa gejala okular yang ikut ditemukan pada pasien COVID-19. Penelitian ini berupa literature review yang dalam proses mencari data memakai 3 database yakni ClinicalKey, PubMed, dan Google Scholar. Kata kunci yang dipakai yakni COVID-19 Ocular Symptoms OR Ocular Manifestations. Hasil penelitian memperlihatkan beberapa gejala okular pada COVID-19 yaitu nyeri pada mata, gatal pada mata, sensasi benda asing, rasa terbakar, mata berair, mata kering, hiperemis konjungtiva, pandangan kabur, adanya sekret di daerah konjungtiva, fotofobia, dan rasa berpasir pada mata. Penemuan ini dapat dijumpai pada kasus berat dan beberapa juga dapat terjadi sebagai tanda awal COVID-19. Simpulan penelitian ini ialah gejala okular dapat terjadi pada pasien COVID-19 dimana gejala ini cenderung ringan dan tidak selalu terdeteksi pada pemeriksaan RT-PCR menggunakan sampel konjungtiva. Untuk itu, penggunaan alat pelindung mata dan menghindari hand-eye contact dapat mencegah kemungkinan transmisi virus melalui mata.Kata kunci : COVID-19, gejala okular, manifestasi okular
Benefit of Nutrition Supplement with Vitamin D in Reducing the Risk of Myopia among Children Chensie S. Angkasa; Rillya D. P. Manoppo; Wenny P. Supit
e-CliniC Vol. 10 No. 1 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i1.37476

Abstract

Abstract: The cause of increased myopia worldwide is largely driven by environmental factors, especially lifestyle changes resulting from a combination of decreased outdoor time and increased work activities using devices, especially with close proximity. This study aimed to review the efficacy of providing nutritional supplementation with vitamin D in reducing the risk of myopia in children as an alternative to sunlight that should be obtained. This was a literature review study using several databases, namely, Pubmed, Clinical Key, Science Direct, and Google Scholar. The searching was carried out by entering the keywords Myopia, Myopia in Children, and Vitamin D.  There were no significant results reported in several studies on the efficacy of vitamin D without the aid of sunlight as a means of activating vitamin D in the body. The efficacy of providing nutritional supplementation with vitamin D in an effort to reduce the risk of myopia in children will be maximized when given together with adequate sun exposure as a medium for converting the active form of vitamin D. Vitamin D supplement was more effective in early age of six years and not so significantly effective in teenagers. In conclusion, the benefit of nutrition supplement with vitamin D to decrease the risk of myopia in children is influenced by age and sun exposure.Keywords: myopia in children; vitamin D Abstrak: Penyebab peningkatan miopia secara luas didorong oleh faktor lingkungan, terutama perubahan gaya hidup yang dihasilkan dari kombinasi penurunan waktu di luar rumah dan peningkatan aktivitas kerja menggunakan gawai terutama dengan jarak yang dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat pemberian suplementasi nutrisi dengan vitamin D terhadap upaya penekanan risiko miopia pada anak sebagai alternatif dari sinar matahari yang mestinya didapatkan.  Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian data menggunakan beberapa database yaitu, Pubmed, Clinical Key, Science Direct, dan Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan memasukan kata kunci Myopia, Myopia in Children, dan Vitamin D. Hasil yang tidak begitu bermakna didapatkan pada beberapa penelitian terhadap khasiat vitamin D tanpa dibantu sinar matahari yang menjadi sarana aktivasi vitamin D dalam tubuh. Khasiat pemberian suplementasi nutrisi dengan vitamin D dalam upaya menekan risiko miopia pada anak akan maksimal bila diberikan bersamaan dengan paparan sinar matahari yang cukup sebagai media pengubah bentuk aktif vitamin D. Pemberian suplemen vitamin D lebih efektif pada anak usia dini mulai dari 6 tahun dan tidak begitu bermakna pada anak berumur belasan tahun. Simpulan penelitian ini ialah khasiat pemberian suplemen nutrisi dengan vitamin D untuk menekan risiko miopia pada anak dipengaruhi oleh faktor usia dan paparan sinar matahari.Kata kunci: miopia pada anak; vitamin D
Gambaran Alasan Penggunaan Lensa Kontak pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ryanaldi Bagy; Wenny P. Supit; Rillya D. P. Manoppo
Medical Scope Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v6i2.53470

Abstract

Abstract: Despite being aware of the complications associated with contact lens and the practice of hygienic contact lens wear, many medical faculty students still wear contact lenses. This study aimed to obtain the reasons of contact lens wear among medical faculty students. This was a quantitative and descriptive study with a cross-sectional design conducted through total sampling. Respondents were students at Medical Faculty of Universitas Sam Ratulangi that wore contact lens. A total of 83 respondents participated in this study. Based on age groups, there was a tendency for differences in reasons related to ease of access. Based on gender, there was a tendency for differences in cosmetic reasons and the perception that wearing contact lenses were more comfortable than glasses. Overall, the reasons for the respondents to use contact lenses revolved around correction of refractive disorders, cosmetic purposes, and as a substitute for glasses. In conclusion, respondents' reasons for wearing contact lenses tend to be related to correcting refractive disorders, cosmetic purposes, and as a substitute for glasses. Keywords: reasons; contact lens wearers; medical faculty students    Abstrak: Jumlah mahasiswa fakultas kedokteran yang menggunakan lensa kontak relatif banyak walaupun mahasiswa telah mengetahui komplikasi penggunaan lensa kontak dan praktik penggunaan lensa kontak yang higenis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alasan penggunaan lensa kontak pada mahasiswa fakultas kedokteran. Jenis penelitian ialah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diperoleh dengan total sampling. Responden penelitian ialah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat) yang menggunakan lensa kontak. Hasil penelitian mendapatkan 83 mahasiswa FK Unsrat sebagai responden penelitian. Berdasarkan kelompok usia, terdapat kecenderungan perbedaan pada alasan kemudahan akses. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat kecenderungan perbedaan pada alasan kosmetik dan alasan lensa kontak lebih nyaman daripada kacamata. Secara keseluruhan, alasan mahasiswa FK Unsrat untuk menggunakan lensa kontak cenderung pada alasan untuk mengoreksi gangguan refraksi, kosmetik, dan sebagai pengganti kacamata. Simpulan penelitian ini ialah alasan responden untuk menggunakan lensa kontak cenderung untuk mengoreksi gangguan refraksi, kosmetik, dan sebagai pengganti kacamata. Kata kunci: alasan; pengguna lensa kontak; mahasiswa fakultas kedokteran