Agnes Maria Sumargi
Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Helping Leads to Happiness: The Mediating Role of Self-Esteem between Internet Altruistic Behavior and Subjective Well-Being among Emerging Adults Eli Prasetyo; Agnes Maria Sumargi; Angelina Immaculata Marvin
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 3 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i3.26463

Abstract

In the digital era, internet use among emerging adults continues to rise, with both positive and negative impacts on their subjective well-being (SWB). Similar to real-world settings, selfless helping behavior (altruism) in the virtual environment can positively affect individual well-being. However, the underlying mechanisms linking internet altruism and SWB among emerging adults in Indonesia remain largely unexplored. Given the close association between self-esteem and altruism, this study aims to examine the mediating role of self-esteem in the relationship between internet altruistic behavior (IAB) and SWB. Participants were 173 emerging adults aged 18-25 years who were active internet users. The survey included scales measuring IAB, self-esteem, life satisfaction (cognitive SWB), and positive and negative affect (affective SWB). Mediation analysis revealed that self-esteem significantly mediates the relationship between IAB and cognitive SWB. However, it did not mediate the relationship between IAB and affective SWB. Furthermore, IAB demonstrated a direct effect on both SWB components. These findings highlight the importance of encouraging emerging adults to engage in online altruistic behaviors to achieve optimal SWB.Di era teknologi, penggunaan internet oleh dewasa muda semakin meningkat. Dampak yang ditimbulkan dapat bersifat negatif ataupun positif bagi kesejahteraan subjektif individu (subjective well-being atau SWB). Seperti halnya dalam dunia nyata, perilaku menolong tanpa pamrih (altruisme) di dunia maya dapat menimbulkan dampak positif bagi kesejahteraan individu. Namun, mekanisme hubungan antara altruisme di internet dengan SWB pada individu dewasa muda di Indonesia belum banyak diketahui. Mengingat harga diri dapat mempengaruhi altruisme, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran harga diri sebagai mediator antara perilaku altruisme di internet (internet altruistic behavior atau IAB) dengan SWB. Partisipan dalam penelitian ini adalah 173 orang dewasa muda berusia 18-25 tahun yang merupakan pengguna aktif media internet. Survei yang dibagikan berisikan skala yang mengungkap IAB, harga diri, kepuasan hidup (SWB kognitif), serta afeksi positif dan afeksi negatif (SWB afektif). Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa harga diri menjadi mediator yang signifikan antara IAB dan SWB kognitif, tetapi harga diri tidak memperantarai IAB dan SWB afektif. IAB justru memiliki pengaruh langsung terhadap kedua komponen SWB. Hal ini berimplikasi pada pentingnya mendorong para dewasa muda untuk melakukan perilaku altruisme dalam dunia maya agar dapat mencapai kesejahteraan subjektif yang optimal.
Social Support as a Predictor of Happiness in Undergraduate Students Working on Their Thesis Michellyn Deviana Tan; Agnes Maria Sumargi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.16777

Abstract

Students who are working on a thesis generally experience anxiety not only related to their thesis research but also feel uncertainty about their future after graduating as a student. This has the potential to lower his level of happiness. Social support from family, friends, and close people can help students overcome anxiety, which can affect their happiness levels. This study aims to examine the influence of these social supports on the happiness of students who are working on their thesis. Given the possibility of differences in happiness based on gender, gender is considered in the analysis. The research participants were 205 students who were working on their thesis in Surabaya. Students participate by filling out online surveys using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support and the Oxford Happiness Questionnaire which has been translated into Indonesian. The results of the regression analysis showed that only family support significantly affected the happiness of students and female students. Family support makes students view themselves positively and experience positive feelings that cause happiness so that they can face challenges in working on their thesis. Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi umumnya mengalami kecemasan tidak hanya terkait dengan penelitian skripsinya tetapi juga merasakan ketidakpastian akan masa depannya setelah lulus sebagai mahasiswa. Hal ini berpotensi menurunkan tingkat kebahagiaannya. Dukungan sosial yang berasal dari keluarga, teman, dan orang terdekat dapat membantu mahasiswa mengatasi kecemasan, sehingga dapat mempengaruhi tingkat kebahagiaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan-dukungan sosial tersebut terhadap kebahagiaan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Mengingat adanya kemungkinan adanya perbedaan kebahagiaan berdasarkan gender, maka gender diperhitungkan dalam analisis. Partisipan penelitian adalah 205 orang mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Surabaya. Mahasiswa berpartisipasi dengan mengisi survei secara daring menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Oxford Happiness Questionnaire yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa hanya dukungan keluarga yang mempengaruhi kebahagiaan mahasiswa maupun mahasiswi secara signifikan. Dukungan keluarga membuat mahasiswa memandang dirinya secara positif dan mengalami perasaan-perasaan yang positif yang menimbulkan kebahagiaan sehingga dapat menghadapi tantangan dalam mengerjakan skripsi.