Maulifinna Paramudhita, Abdul Madjid, Galieh Damayanti Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail : maulifinna_p@student.ub.ac.id ABSTRAK Tindak pidana penggelapan diatur dalam Pasal 372 KUHP, didalamnya memuat “unsur barang siapa”, “unsur dengan sengaja dan melawan hukum memiliki sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain” dan “Unsur barang itu ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan”. Unsur tersebut apabila disesuaikan dengan perbuatan terdakwa pada putusan pengadilan negeri nomor No 627/ Pid. B /2013/PN.PL sudah terpenuhi, namun majelis hakim menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa. Dalam penulisan penelitian normatif ini penulis menggunakan metode pendekatan case approach dan statute approach. Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk menganalisa mengenai pertimbangan hakim dalam memberikan putusan bebas terhadap terdakwa meskipun perbuatannya telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal 372 KUHP. Kesimpulannya adalah meskipun perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur pasal 372 KUHP, perbuatan tersebut merupakan perbuatan perdata bukan pidana karena terdakwa tidak memiliki hubungan hukum terhadap saksi Ilyas yang mengajukan perbuatan terdakwa pada pengadilan. Kata kunci : Penggelapan, pertimbangan hakim, putusan bebas. ABSTRACT Embezzlement is regulated in Article 372 of Penal Code, mentioning the phrase “unsur barang siapa” (“whoever”), “unsur dengan sengaja melawan hukum memiliki sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain” (owning a part or the whole property of someone else’s), and “unsur barang itu ada dalam kekuasaan bukan karena kejahatan” (the presence of the property under one’s possession not because of crime). All these aspects, related to the District Court Decision Number 627/Pid.B/2013/PN.PL, were fulfilled by the defendant, but the defendant was acquitted. This research employed case and statutory approaches, aiming to analyze the considerations made by the judges in acquitting the defendant despite the existing criminal aspects fulfilled by the defendant as in Article 372 of the Penal Code. In other words, the conduct of the defendant met the aspects mentioned above as civil conduct instead of criminal conduct, considering that the defendant has no connection with Ilyas as a witness who brought the case to the court Keywords : embezzlement, judge’s consideration, acquittal.