Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identification of Soilborne Pathogenic Fungi in Sorghum Plantations at the Center for Agricultural Modernization Implementation in South Sulawesi Putri kayla Putnarubun; Yulis Sayang; Eka lestari ariyanti
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.177

Abstract

sorghum (Sorghum bicolor (L) Moench) is a cereal crop with significant potential as an alternative source of food, feed, and industrial material. However, sorghum productivity is not yet maximized due to pest and disease attacks. Soil-borne pathogenic fungi are common pests that can reduce yields by 20.93%-51.17%. Therefore, identification is needed to determine the types of soil-borne pathogens in the rhizosphere, providing basic information about their presence in sorghum crops. The research was conducted at the Agricultural Modernization Application Center (BRMP) in Maros Regency, South Sulawesi Province, and the Plant Protection Laboratory of the Islamic University of Makassar, from September to December 2025. The initial procedure involved taking samples from five diagonal locations using a 30 cm pipe. PDA media was prepared to grow microorganisms, followed by serial dilutions and purification three times to prevent contamination. The final step was identifying the samples on the PDA media. Identification results showed three genera of soil fungi: Aspergillus sp (saprophytic), Beauveria sp (saprophytic), and Fusarium sp (soil-borne pathogen) in sorghum crops.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK CHROMOLAENA ODORATA L. SEBAGAI PENGENDALIAN ALAMI HAMA TRIBOLIUM CASTANEUM Iqbal; Eka Lestari Ariyanti; Asti Irawati Aziz
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun Chromolaena odorata L. sebagai agen repelen dalam pengendalian hama gudang Tribolium castaneum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Alamiah Dasar Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan enam perlakuan konsentrasi ekstrak, yaitu 0%, 1%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi indeks preferensi (IP) dan rerata respon serangga selama tujuh hari pengamatan menggunakan olfaktometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rendah (1%) bersifat atraktan, sedangkan konsentrasi 5–20% bersifat repelen dengan nilai indeks preferensi negatif. Konsentrasi 10–20% memberikan efektivitas repelen tertinggi, ditandai dengan sangat rendahnya jumlah serangga yang mendekati ekstrak. Rerata populasi serangga juga menurun signifikan seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak. Efek repelen ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder C. odorata seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang bersifat toksik, mengganggu sistem pencernaan, pernapasan, serta perilaku makan serangga. Dengan demikian, konsentrasi 5–15% merupakan konsentrasi optimal yang paling efektif sebagai repelen dan berpotensi dikembangkan sebagai pestisida nabati ramah lingkungan untuk pengendalian hama gudang.
Identifikasi Penyebab Penyakit pada Filosfer Tanaman Vanili di Kelurahan Palampang, Bulukumba Iis Yulia Ningsih; Yulis Sayang; Eka Lestari Ariyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jzh8ja34

Abstract

Tanaman vanili (Vanilla planifolia) merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya mengalami penurunan akibat serangan penyakit pada bagian tanaman di atas permukaan tanah (filosfer). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen penyebab penyakit pada filosfer tanaman vanili serta menguji efektivitas biofungisida Glio WP dalam menghambat pertumbuhan patogen secara in vitro. Penelitian diawali dengan eksplorasi lapangan di Kelurahan Palampang, Kabupaten Bulukumba, dilanjutkan dengan isolasi dan identifikasi cendawan patogen di Laboratorium. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakteristik makroskopis dan mikroskopis, sedangkan uji antagonis menggunakan Glio WP pada konsentrasi 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen berasosiasi dengan penyakit filosfer vanili terdiri atas Aspergillus flavus dan Aspergillus niger pada daun, serta Fusarium oxysporum pada batang. Aspergillus flavus dan Aspergillus niger berperan sebagai patogen sekunder pada jaringan daun yang telah terinfeksi Cephaleuros sp., sedangkan Fusarium oxysporum merupakan penyebab utama penyakit busuk batang vanili. Uji antagonis menunjukkan bahwa Glio WP mampu menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum sebesar 66,82% dan Aspergillus flavus sebesar 24,91%-32,41%, namun tidak efektif terhadap Aspergillus niger.