This Author published in this journals
All Journal Widyaparwa
Herry Mardianto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA PERKEMBANGAN TEATER INDONESIA Di YOGYAKARTA Herry Mardianto
Widyaparwa Vol 39, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3505.958 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i2.33

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan sastra di Yogyakarta menjadi salah satu barometer bagi perkembangan sastra di daerah lain di Indonesia, terlebih perkembangan pementasan dramanya. Setidaknya hal ini dapat dicermati dari pengaruh pementasan Bipbop-nya Rendra sampai pemanggungan monolog Butet Kertarejasa. Konsep-knsep pementasan Rendra dan Butet KErtarejasa terasa begitu kuat dan dicontoh oleh kelompok teater lain, baik yang berada di Jakarta, Surabaya, maupun kelompok-kelompok teater yang tumbuh di kota-kota kecil di Indonesia. Kajian ini ingin melihat bagaimana pertumbuhan kelompok teater, sistem pementasan, dan tanggapan audience terhadap pementasan tersebut melalui isau bedah makro sastra dan penjelajahan existing documentation dengan tujuan mengumpulkan informasi mengenai system pementasan, penulisan naskah, dan system kritik drama di Yogyakarta pada tahun 1980-2000.Growth and development of literature in Yogyakarta has became on of barometers for literary development in other places in Indonesia, primarily the plays performance development. At least, it could be viewed from the influence of Bipbop performance by Rendra to the monologue performance by Butet Kertarejasa. Those performance concepts were much influenced and deserved to be imitated by other theatres group, either in Jakarta, Surabaya, or those that grew in small cities in Indonesia. This review tried to portray the growth of theatre groups, their performance system and audience response to the performance using literary macro and existing documentation gathering in order to collect information about performance, text writing and plays critique system in Yogyakarta between 1980 and 2000.
RELEVANSI PERUBAHAN SOSTAL BUDAYA POLITK (1945-1965) DAN DINAMIKA PENGARANG/PEMBACA SASTRA INDONESIA DI YOGYAKARTA Herry Mardianto
Widyaparwa Vol 42, No 1 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2881.298 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v42i1.80

Abstract

Kehadiran media massa (majalah/surat kabar) tidak bisa dilepaskan dari persoalan sosial budaya dan politik serta berbagai sistem yang tidak dapat dipisahkan darinya; diantaranya adalah sistem pengarang dan pembaca. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui siapa pengarang (karya sastra) dan pembaca yang terlibat dalam mempertahankan keberadaan majalah-majalah/surat kabar yang terbit di Yogyakarta pada tahun 1945-1965. Kajian berpijak pada tinjauan makro sastra Roland Tanaka. The existence of mass media (magazine/newspaper) cannot, be separated from cultural social and political problem and also various system around it; for example writer and reader system. This study is carried out to find out who is the writer (literary piece) and reader involved in maintaining magazines/newspaper published in Yogyakarta in 1945-L965 . The study based on Roland Tanaka literary macro review.