This Author published in this journals
All Journal Widyaparwa
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KULINER INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN BIPA SEBAGAI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN BERBAHASA BERDASARKAN PERSEPSI PEMELAJAR NFN Defina
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.399 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.545

Abstract

Language learning is closely related to cultural understanding. Culinary is one of the cultures in learning the target language. Culinary practice and culinary tasting are a form of meaningful, authentic learning. Research objectives 1) describe the results of Indonesian culinary practices; 2) student assessment of cultural material by increasing knowledge and language skills; 3) learner advice for culinary teaching materials. Qualitative and quantitative research methods. Data collection techniques through questionnaires, observations, and interviews. Observations and interviews are carried out during culinary practices and when culinary materials are in class, while the survey is distributed after the course ends. There were 10 KNB student respondents. The research was conducted at IPB in December 2018-January, 2019. As a result, with the existence of cultural practices, they were able to share their experiences. In culinary tasting, they express the things that are in their minds. In conclusion, Indonesia's introduction and culinary practices can increase awareness and improve students' language skills.Pembelajaran bahasa berkaitan erat dengan pembelajaran budaya. Kuliner merupakan salah satu budaya dalam pembelajaran bahasa target. Praktik kuliner dan mencicipi kuliner merupakan salah satu bentuk pembelajaran otentik yang bermakna.Tujuan penelitian adalah 1) mendeskripsikan hasil praktik kuliner Indonesia; 2) memberikan penilaian pemelajar terhadap materi kuliner dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa; 3) memberikan saran pemelajar untuk materi ajar kuliner. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, pengamatan, dan wawancara. Pengamatan dan wawancara dilakukan saat praktik kuliner dan saat materi kuliner di kelas, sedangkan kuesioner disebarkan setelah kursus berakhir. Responden mahasiswa KNB sebanyak 10 orang. Penelitian dilaksanakan di IPB pada Desember 2018-Januari 2019. Hasilnya, dengan adanya praktik kuliner, mereka dapat menceritakan pengalamannya. Pada pencicipan kuliner, mereka mengungkapkan hal yang ada dalam pikirannya. Simpulannya adalah pengenalan dan praktik kuliner Indonesia mampu menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan berbahasa pemelajar.
ANALISIS MATERI MENYIMAK DAN PENILAIAN PEMELAJAR BI-PA TERHADAP BUKU SAHABATKU INDONESIA A1-A2 NFN Defina
Widyaparwa Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i1.929

Abstract

One of the language skills in language learning is listening. For this lesson, listening material is needed in audio and video. The purpose of this research is to analyze listening material from Sahabatku Indonesia (SI-A1-multimedia/English; compare student assessments of two audio materials in two SI-A1- multimedia/English books and a regular book; identify student assessments of some audio SI-A2-Anak Sekolah teaching materials. This research is qualitative—data collection through observation and interviews. The informants were BIPA KNB IPB 2021, students. The findings were that the positions of the listening material for Units 4 and 5 were switched, all material was in the form of audio monologues and dialogues, there was no emphasis on sound, there was a discrepancy between the audio text and the written text, there were other recordings that were not part of the material in audio. Students assess two audios in two different materials at different speeds. Students consider BIPA2 audio to be very fast. Need student assessment of the material. The conclusion is that errors are still found in the listening teaching materials, and the teaching materials are still assessed quickly by BIPA students at levels A1 and A2.Salah satu keterampilan berbahasa dalam pembelajaran bahasa adalah menyimak. Untuk pembelajaran ini dibutuhkan materi menyimak berupa audio dan video. Tujuan penelitian ini menganalisis materi menyimak Sahabatku Indonesia (SI-A1-multimedia/Inggris); membandingkan penilaian pemelajar terhadap dua materi audio dalam dua buku SI-A1-multimedia/Inggris dan buku biasa; mengidentifikasi penilaian pemelajar terhadap beberapa audio materi ajar SI-A2-Anak Sekolah. Ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Informannya mahasiswa BIPA KNB IPB 2021. Temuannya, tertukarnya posisi materi menyimak Unit 4 dan 5, semua materi berupa audio monolog-dialog, tidak adanya penekanan pada bunyi, adanya ketidaksesuaian antara teks audio dengan teks tertulis, adanya rekaman lain yang tidak bagian materi dalam audio. Dua audio dalam dua materi yang berbeda dinilai pemelajar berbeda  kecepatannya. Audio BIPA2 dinilai pemelajar masih sangat cepat. Perlu penilaian pemelajar terhadap materi. Simpulannya adalah masih ditemukan kesalahan dalam materi ajar menyimak dan materi ajar masih dinilai cepat oleh pemelajar BIPA tingkat A1 dan A2.