This Author published in this journals
All Journal Widyaparwa
Nanik Sumarsih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Widyaparwa

Strategi dan Fungsi Tindak Tutur Direktif dalam Poster Pendidikan Nanik Sumarsih
Widyaparwa Vol 46, No 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.195 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i1.163

Abstract

This study discusses a directive speech act in educational posters. The purpose of this study is to know strategy and function of the directive speech act in educational poster. The data in this study are words, terms, phrases, sentences, and discourses containing directive speech act. The source of data is taken from educational posters found on educational websites. Data collection in this study uses a scrutiny method refer to technique of record. Data analysis uses pair method. The result shows that based on speech mode, the directive speech strategy used includes direct and indirect strategies. Six functions of speech act are found in education posters, namely (1) prohibiting function, (2) inviting function, (3) command function, (4) counseling function, (5) satire / criticizing function, and (6) ) request/appeal function. Kajian ini membahas tindak tutur direktif dalam poster pendidikan. Kajian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui strategi dan fungsi tindak tutur direktif dalam poster pendidi- kan. Data dalam penelitian ini berupa data yang berwujud kata, istilah, ungkapan, kalimat, wacana yang mengandung tindak tutur direktif. Adapun sumber data diambil dari poster pendidikan yang ditemukan dalam situs-situs pendidikan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasar modus tuturannya, strategi tindak tutur direktif yang digunakan meliputi strategi langsung dan strategi tidak langsung. Ditemukan enam fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam poster pendidikan, yaitu (1) fungsi melarang, (2)  fungsi mengajak, (3) fungsi menyuruh/memerintah, (4) fungsi menasihati, (5) fungsi menyindir/mengkritik, dan (6) fungsi meminta/mengimbau.
TIPE-TIPE REDUPLIKASI SEMANTIS BAHASA INDONESIA: KAJIAN BENTUK DAN MAKNA Nanik Sumarsih
Widyaparwa Vol 41, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2600.413 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i1.68

Abstract

Kajian ini memfokuskan pembahasan mengenai tipe-tipe reduplikasi semantis bahasa Indonesia, yang meliputi (1) tipe-tipe berdasarkan bentuk dan (2) tipe-tipe berdasarkan makna dan fungsinya. Konsep reduplikasi semantis yang digunakan dalam kajian ini menggunakan konsep reduplikasi semantis yang dikemukakan oleh Simatupang (1983), yaitu pengulangan arti melalui penggabungan dua bentuk yang mengandung arti yang sinonim. Data penelitian berupa bentuk kebahasaan yang berupa reduplikasi semantis. Sumber data yang digunakan ialah Kamus Besar Bahasa lndonesia (Pusat Bahasa, 2008). Pemerolehan data dilakukan dengan teknik simak-ketik. Analisis data menggunakan metode padan referensial dan metode agih. Berdasarkan analisis bentuk, dinyatakan bahwa tipe-tipe reduplikasi semantis bahasa Indonesia dapat berupa (1) morfem bebas dan morfem bebas, (2) morfem bebas dan morfem terika, dan (3) morfem terikat dan morfem terikat. Menurut kategorinya bentuk tersebut dapat berupa kata benda, kata sifat, dan prakategorial. Berdasarkan makna dan fungsinya, reduplikasi semantis terdiri atas (1) berbagai (kumpulan) dari berbagai jenis dasar, yang memiliki fungsi menyatakan bermacam-macam dan (2) intensif, yang memiliki fungsi menyangatkan. The study focuses on Indonesian reduplication concept that cover their (1) form and (2) meaning and function. Semantic reduplication concept used in this study refers to semantic reduplication concept proposed by Simatupang (1983) that is reduplication meaning through the combination of two forms, which have synonym meaning. The data taken is linguistic unit inform of semantic reduplication. The data source is Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, 2008). The collection of data is carried out by using rending-typing. The data analysis uses referential match and apportion method. Based on form analysis it is found it that lndonesia semantic reduplication types can be in form of (1) free morpheme and free morpheme (2) free morpheme and bounded morpheme, and (3) bounded morpheme and bounded morpheme. Based on the category, the form can be found, adjective, and precategorial. Based on the meaning and function semantic reduplication includes (1) various group of different base types that function to state miscellaneous meaning and (2) intensity that function to intensify meaning.