Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI LITERASI DAN BAHAYA PEMAKAIAN GADGET SECARA BERLEBIHAN DI SD NEGERI 96 PEKANBARU Misdawita Misdawita; Dinaria Rahmatika Rizkina Pane; Mika Yohana Bagariang; Vici Sondang Tiurma Uli Ruma Horbo; Rian Irawan; Yohana Br Situmorang; Windi Mardini Nasution; Dio Agustina; Rio Ryan Christian Sidauruk; Riki Fernando Batubara; Helda Simbolon
MINDA BAHARU Vol 6, No 2 (2022): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v6i2.4512

Abstract

Permasalahan literasi dan bahaya pemakaian gadget secara berlebihan masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yaitu minimnya kepedulian akan dampak negatif dari minimnya pemahaman komprehensif masyarakat mengenai literasi dan pemakaian gadget secara berlebihan. Pemakaian gadget memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan intelektual kehidupan manusia jika dipergunakan secara tepat dan terarah, tetapi pemakaian gadget secara berlebihan memiliki dampak negatif dari perkembangan emosional, intelektual, dan psikologis bagi manusia khususnya perkembangan pertumbuhan anak dibawah umur tanpa adanya pengawasan yang ketat dari orang tua. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa SD Negeri 96 Pekanbaru tentang literasi dan bahaya pemakaian gadget yang berlebihan. Metode pada pengabdian ini adalah berupa sosialisasi tentang literasi dan bahaya pemakaian gadget secara berlebihan di SD Negeri 96 Pekanbaru. Hasil dari kegiatan sosialisasi literasi dan bahaya pemakaian gadget secara berlebihan di SD Negeri 96 Pekanbaru ini adalah timbulnya semangat literasi di lingkungan sekolah sehingga terciptanya budaya akademis yang baik dan bermutu. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa harus adanya sosialisasi yang komprehensif dan berkelanjutan agar membangun budaya literasi antar siswa SD Negeri 96 Pekanbaru dan Mulai mengawasi pemakaian gadget agar tidak berlebihan di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat.
Promosi Kelangkaan dan Daya Tarik Konten terhadap Pembelian Impulsif melalui FOMO pada Flash Sale Rio Ryan Christian Sidauruk; Prima Andreas Siregar; Anggia Paramitha
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13574

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh promosi berbasis kelangkaan dan daya tarik konten terhadap pembelian impulsif pada program flash sale Shopee, dengan fear of missing out (FOMO) diuji sebagai mekanisme mediasi dalam kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Data dikumpulkan melalui survei terhadap 208 mahasiswa S1 Manajemen Universitas Riau Angkatan 2025 yang dipilih melalui purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling berbantuan SmartPLS 4.0. Seluruh indikator pengukuran memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas yang disyaratkan, dan model struktural menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik. Hasil penelitian membuktikan bahwa promosi berbasis kelangkaan dan daya tarik konten masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap FOMO maupun pembelian impulsif, dengan daya tarik konten sebagai prediktor FOMO yang paling kuat (\u03b2 = 0,528) dibandingkan promosi berbasis kelangkaan (\u03b2 = 0,430). FOMO terbukti berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif (\u03b2 = 0,440) serta memediasi secara parsial pengaruh kedua variabel eksogen tersebut, dengan kemampuan menjelaskan varians sebesar 60,3% pada FOMO dan 62,4% pada pembelian impulsif. Temuan ini memperluas relevansi kerangka S-O-R ke ranah pemasaran digital berbasis kelangkaan dan menegaskan bahwa FOMO berperan sebagai jembatan psikologis penting yang menghubungkan stimulus promosi dengan perilaku pembelian spontan, sekaligus memberikan panduan praktis bagi pengelola marketplace dalam merancang kampanye flash sale yang menyeimbangkan urgensi dan kualitas konten secara bertanggung jawab.