Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Levenshtein Distance untuk Koreksi Kesalahan Pengetikan Perintah Kendali Lampu IoT Haryansyah Haryansyah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i1.8641

Abstract

Abstrak - Perkembangan Internet Of Things (IoT) telah melahirkan bebagai cara untuk membuat perangkat cerdas yang dapat di pantau atau dikendalikan dari jarak jauh melalui internet. Salah satunya adalah kendali lampu menggunakan pesan singkat. Teknologi ini dapat diterapkan untuk mengendalikan lampu rumah tangga dari jarak jauh hanya dengan mengirimkan pesan ke perangkat IoT untuk diproses guna menyalakan atau mematikan lampu. Permasalahan yang muncul adalah seringnya terjadi kesalahan pengetikan perintah (typo) yang menyebabkan perangkat tidak bisa mengenali dan memproses perintah yang diberikan. Kesalahan pengetikan ini dapat diatasi dengan metode koreksi kata, salah satunya menggunakan metode Levenshtein Distance. Levenshtein Distance adalah metode untuk memproses teks yang digunakan untuk mengukur kemiripan dua buah teks dan menghitung jumlah minimum operasi yang diperlukan untuk mengubah suatu teks menjadi teks lainnya. Pada penelitian ini, akan mengukur kemiripan teks perintah yang diberikan melalui pesan telegram dengan perintah yang terdaftar dan melakukan koreksi apabila terjadi kesalahan pengetikan. Perintah yang telah diproses akan diuji untuk mengendalikan lampu pada perangkat IoT. Perangkat yang dibuat menggunakan mikrokontroller NodeMCU ESP8266, modul relay dan juga lampu. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa mikrokontroller mampu memproses teks dengan melakukan koreksi teks pada perintah yang salah sehingga mampu menyalakan dan mematikan lampu sesuai dengan pengujian perintah yang ada.Kata kunci: Levenshtein Distance, Koreksi Kata, IoT, Telegram, NodeMCU Abstract - The development of the Internet of Things (IoT) has given birth to various ways to create smart devices that can be monitored or controlled remotely via the internet. One of them is controlling lights using short messages. This technology can be applied to control household lights remotely by simply sending a message to the IoT device to be processed to turn the lights on or off. The problem that arises is the frequent occurrence of typing errors (typos) which cause the device to be unable to recognize and process the given commands. This typing error can be overcome by a word correction method, one of which is using the Levenshtein Distance method. Levenshtein Distance is a method for processing text that is used to measure the similarity of two texts and calculate the minimum number of operations required to change one text into another. In this study, we will measure the similarity of the command text given via telegram messages with the registered commands and make corrections if there are typing errors. The processed commands will be tested to control the lights on the IoT device. The device is made using the NodeMCU ESP8266 microcontroller, relay module and also lights. The results obtained show that the microcontroller is able to process text by correcting text on incorrect commands so that it is able to turn the lights on and off according to the existing command test.Keywords: Levenshtein Distance, Word Correction, IoT, Telegram, NodeMCU
Implementasi If-Then Rules untuk Analisis Perintah Tidak Terstruktur pada Sistem Kendali Lampu Rumah Berbasis IoT Haryansyah Haryansyah; Endyk Noviyantono

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10407

Abstract

Abstrak - Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mendorong penerapan sistem otomasi rumah, khususnya pada sistem kendali lampu rumah berbasis jaringan internet. Namun, sebagian besar sistem kendali lampu yang telah dikembangkan masih mengandalkan perintah dengan struktur baku, sehingga tidak mampu mengenali variasi susunan kata yang memiliki makna sama. Selain itu, pendekatan berbasis kecerdasan buatan untuk analisis perintah cenderung memiliki kompleksitas tinggi dan membutuhkan sumber daya komputasi yang besar, sehingga kurang sesuai untuk sistem IoT berskala sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma If–Then Rules dalam menganalisis perintah tidak terstruktur pada sistem kendali lampu rumah berbasis IoT melalui website. Sistem yang dikembangkan memungkinkan pengguna memberikan perintah dengan susunan kata yang bervariasi tanpa harus mengikuti format tertentu. Algoritma If–Then Rules digunakan untuk mengidentifikasi kata kunci dan kondisi tertentu dalam perintah pengguna, kemudian menerjemahkannya menjadi aksi kendali lampu yang sesuai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengenali dan mengeksekusi berbagai variasi perintah dengan tingkat keberhasilan yang baik, serta memiliki kompleksitas sistem yang rendah dan mudah diimplementasikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam pengembangan sistem kendali lampu rumah berbasis IoT yang lebih fleksibel, adaptif, dan efisien.Kata kunci: Internet of Things, Sistem Kendali Lampu; Perintah Tidak Terstruktur; If–Then Rules; Website; Abstract - The development of Internet of Things (IoT) technology has encouraged the implementation of home automation systems, particularly internet-based home lighting control systems. However, most existing lighting control systems still rely on rigid command structures, making them unable to recognize variations in word order that convey the same meaning. In addition, artificial intelligence–based approaches for command analysis tend to have high complexity and require significant computational resources, making them less suitable for small-scale IoT systems. This study aims to implement the If–Then Rules algorithm to analyze unstructured commands in an IoT-based home lighting control system through a website. The developed system allows users to issue commands with varying word arrangements without following a specific format. The If–Then Rules algorithm is used to identify keywords and specific conditions within user commands and translate them into appropriate lighting control actions. Experimental results show that the system is capable of recognizing and executing various command variations with a high success rate, while maintaining low system complexity and ease of implementation. This research is expected to serve as an alternative solution for developing more flexible, adaptive, and efficient IoT-based home lighting control systems.Keywords: Internet of Things; Home Lighting Control System; Unstructured Commands; If–Then Rules; Website;