Arif Rachmanto, Arif
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IIS 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Rachmanto, Arif
ISSN.2252-8407
Publisher : SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.329 KB)

Abstract

ABSTRAK Arif Rachmanto. K8411011. HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IIS 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. April. 2016. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali tahun ajaran 2015/2016. (2) Hubungan yang signifikan antara minat belajar siswa dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali tahun ajaran 2015/2016. (3) Hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan minat belajar siswa dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali tahun ajaran 2015/2016.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali. Sampel yang digunakan sejumlah 60 siswa diambil dengan random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Kesimpulan penelitian ini bahwa : (1) Hipotesis yang berbunyi ?Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar sosiologi pada kelas XI SMA Negeri 3 Boyolali tahun ajaran 2015/2016 dinyatakan diterima.Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh nilai signifikansi >0,05, yaitu 0,709. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi signifikan, dengan hasil korelasi sebesar 0,327. (2) Hipotesis yang berbunyi ?Ada hubungan yang signifikan antara minat belajar siswa dengan prestasi belajar sosiologi pada kelas XI SMA Negeri 3 Boyolali tahun ajaran 2015/2016 dinyatakan diterima. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh nilai signifikansi >0,05, yaitu 0,407. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi signifikan, dengan hasil korelasi sebesar 0,056. (3) Hipotesis yang berbunyi ?Ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan  minat belajar siswa dengan prestasi belajar sosiologi pada kelas XI SMA Negeri 3 Boyolali tahun ajaran 2015/2016 dinyatakan diterima. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh nilai signifikansi >0,05, yaitu 0,379. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi signifikan, dengan hasil korelasi sebesar 0,328.           Kata Kunci: Prestasi Belajar Sosiologi, Minat belajar, Motivasi Berprestasi. 
PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN DI KOREA SELATAN, FILIPINA DAN INDONESIA DALAM PENERAPAN SISTEM PRESIDENSIAL Rachmanto, Arif
Wacana Hukum Vol 29 No 1 (2023): Legal Theories and Fundamental Law on the Various Issues
Publisher : Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/wh.v29i1.9242

Abstract

The system of government will be reflected in the state constitution, Indonesian constitution is reflected in the UUD 1945. Although it does not explicitly mention, the constitution clearly shows the characteristics of the presidential system adopted by Indonesia. Some Asian countries also implement presidential systems of government such as in South Korea and Philippines. With different culture, will be different in the implementation of the presidential system of government, especially in terms of presidential elections, presidential accountability and the process of dismissing the president (impeachment). In the case of presidential elections, all are equally elected by the people, but only in Indonesia after the presidential term can still be re-elected. the president is accountable to the people of the state, except in South Korea, in addition to being responsible to the peopleof the state as well as to parliament because South Korea is a hybrid system in its system of government. In the process of dismissal of the president (impeachment) all countries involve legislative power except in Indonesia in addition to involving legislative and judicial power organized by the Constitutional Court.