Emesis Gravidarum pada ibu hamil sering terjadi pada awal kehamilan Trimester I ibu yang mengalaminya ada yang mual muntah ringan, sedang dan berat dengan pemberian aromaterapi peppermint dan aromaterapi lemon dapat membantu mengurangi mual muntah pada kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari perbedaan pemberian aromaterapi Peppermint dengan aromaterapi lemon terhadap kejadian Emesis gravidarum ibu hamil trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah two group pretest post test desain. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh seluruh ibu hamil dengan Emesis gravidarum. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 28 orang ibu hamil. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder didapatkan dengan melihat catatan buku KIA dan Data primer menggunakan SOP. Data dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji paired t-test. Hasil penelitian yang didapatkan dari 28 responden Ibu hamil diberikan Emesis gravidarum terdapat 1 orang dengan frekuensi mual muntah sedang dan 13 orang dengan frekuensi mual muntah ringan. Ibu hamil diberikan aromaterapi lemon terdapat 7 orang (50,0%) dengan frekuensi mual muntah sedang dan 7 orang (50,0%) dengan frekuensi mual muntah ringan. Ada perbedaan pemberian Emesis gravidarum dengan pemberian aromaterapi lemon di Wilayah Kerja Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang nilai p<0,05. Disarankan untuk mengaktifkan kelas ibu hamil, mengadakan penyuluhan yang lebih rutin lagi bagaimana cara mengurangi mual muntah dengan menerapkan aromaterapi peperrmint dan aromaterapi lemon untuk mengurangi mual-muntah selama masa kehamilan.