Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas I.a dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN 15 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Rendahnya hasil belajar siswa ditandai dengan hasil ujian mid semester II Tahun Ajaran 2020/2021, hanya 48% siswa yang tuntas. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan model Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada sub tema Peristiwa siang dan malam dengan menggunakan model Problem Based Learning di Kelas I.a SDN 15 Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kolaboratif. Yaitu desain PTK dari Arikunto, dkk (2007:16) yang terdiri dari empat komponen yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi atau pengamatan, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa Kelas I.a SDN 15 Pasaman, yang berjumlah 13 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi siswa, lembar observasi aktivitas guru dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis lembar observasi guru dan siswa selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia diperoleh hasil pada siklus I dengan rata-rata 65,3 meningkat pada siklus II dengan rata-rata 84,6 Sedangkan persentase siswa yang mencapai KKM 70 pada ranah kognitif siklus I dengan rata-rata 46,1% meningkat pada siklus II dengan rata-rata 92,3%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia Siswa kelas I.a SDN 15 Pasaman