Erick Abriandi
PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung Group, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis dampak Program Pemberdayaan Masyarakat “Kopi Kang!” dengan Menggunakan Social Return on Investment (SROI) Tia Fitriani; Wahyu Eko Widodo; Erick Abriandi; Dike Farizan Fadhlillah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6995

Abstract

Pertamina Fuel Terminal Bandung Group sebagai perusahaan yang menerapkan ISO 26000 dan PROPER telah melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR) terutama dalam aspek community development (comdev) baik di ring 1 maupun ring 2 perusahaan. Salah satu program community development yang telah dijalankan PT. Pertamina Fuel Terminal Bandung Group adalah program “Kopi Kang!”. Program yang berlokasi di desa Cipaganti, Cisurupan, kabupaten Garut ini melakukan melakukan budidaya, pengolahan dan pemasaran kopi arabika khas gunung Papandayan. Pada tahun 2021, program fokus pada beberapa kegiatan, diantaranya: sosialisasi dan pembentukan kelompok, pembelian bibit dan penanaman, pembelian peralatan pengolahan yang terdiri dari pulper, huller, roaster, grinder, dan sealer, pelatihan budidaya dan pengolahan, pembuatan kemasan dan pemasaran serta Kerjasama dengan BUMDes atau dinas setempat. Lebih lanjut, sebagai perusahaan yang telah menerapkan konsep Corporate Social Investment/Corporate Social Innovation (CSI), CSR bagi Pertamina Fuel Terminal Bandung Group merupakan sebuah investasi sosial, maka sebagai konsekuensi dari sebuah investasi perlu dilakukan analisis terhadap tingkat pengembalian investasi (ROI) yang dalam hal karena kegiatan fokus pada dampak sosial sehingga metode pengukuran dampak yang digunakan adalah social return on investment (SROI). Pada perhitungan SROI Kopi Kang! diperbandingkan antara nilai sekarang (present value) dari keseluruhan dampak dengan nilai dari investasi sosial yang diberikan. Diperhitungkan pula nilai pengurang berupa drop off, attribution, deadweight dan displacement. Berdasarkan hasil perhitungan SROI ratio diperoleh hasil 1,62 yang berarti setiap investasi Rp 1,- memperoleh dampak atau manfaat senilai Rp 1,62,- Sehingga bila ditinjau dari dampak sosial ekonomi program Kopi Kang! memiliki nilai imbal modal yang layak dan bisa dianggap berhasil.
ANALISIS DAMPAK INOVASI “LAKONE SMART COFFEE ROASTER” TERHADAP PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOPI KANG! Tia Fitriani; Wahyu Eko Widodo; Erick Abriandi; Dike Farizan Fadhlillah; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.50094

Abstract

Kopi sebagai salah satu komoditi hasil perkebunan mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Kopi juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Selain peluang ekspor yang semakin terbuka, pasar kopi di dalam negeri juga masih cukup besar. Melihat potensi kopi yang baik di Desa Cipaganti, Kabupaten Garut, sekaligus dalam upaya untuk menjaga habibat kukang Jawa dan melestarikan hutan Gunung Papandayan, PT Pertamina Fuel Terminal Bandung Grup bekerjasama dengan kelompok tani buana lestari mengembangkan program pemberdayaan masyarakat Kopi Kang!. Tanggung jawab perusahaan (CSR) dapat diwujudkan dengan merespon isu lingkungan, sehingga dapat memberi manfaat yang lebih luas pada sosial dan ekonomi. Sebagai perusahaan yang telah meraih PROPER Emas sebanyak empat kali, PT Pertamina Fuel Terminal Bandung Group harus menerapkan inovasi-inovasi baru dalam program pemberdayaan masyarakatnya. Maka pada tahun 2023 diterapkan inovasi LAKONE Smart Coffee Roaster di program Kopi Kang! yang memanfaatkan teknologi digital dan internet of things (IoT) dalam prosesnya. Dampak dari inovasi ini kemudian diukur menggunakan metode sustainability compass dan dihasilkan manfaat ekonomi berupa penghematan pembayaran listrik sebesar Rp 101.129,- per bulan, manfaat lingkungan berupa penurunan emisi berupa CH4 sebesar 0,0163 ton CO2 eq/tahun dan CO2 sebesar 0,0071 ton CO2 eq/tahun, manfaat sosial berupa 423 orang penerima manfaat baik langsung maupun tidak langsung serta manfaat kesejahteraan dimana tidak ada difable yang mengalami kecelakaan kerja akibat proses penyangraian kopi. Coffee as one of the commodity plantation products has an important role in economic activities in Indonesia. Coffee is also one of Indonesia's export commodities which is quite important as a foreign exchange earner besides oil and gas. In addition to the increasingly open export opportunities, the domestic coffee market is still quite large. Seeing the potential for good coffee in Cipaganti Village, Garut Regency, as well as in an effort to protect the habitat of the Javan slow loris and preserve the Papandayan Mountain forest, PT Pertamina Fuel Terminal Bandung Group in collaboration with the Buana Lestari farmer group developed the Kopi Kang! community empowerment program. Corporate responsibility (CSR) can be realized by responding to environmental issues, so as to provide wider social and economic benefits As a company that has won Gold PROPER four times, Pertamina Fuel Terminal Bandung Group must implement new innovations in its community empowerment program. So in 2023 the LAKONE Smart Coffee Roaster innovation is implemented in the Kopi Kang! program that utilize digital technology and the internet of things (IoT) in the process. The impact of this innovation was then measured using the sustainability compass method and produced economic benefits in the form of savings in electricity payment of IDR 101,129 per month, environmental benefits in the form of reduced emissions in the form of CH4 of 0.0163 tons of CO2 eq/year and CO2 of 0.0071 tons of CO2 eq/year, social benefits in the form of 423 direct and indirect beneficiaries as well as well-being benefits where there are no difable people who experience work accidents as a result of the coffee roasting process.