Fransisca Dewi Patricia Br. Pasaribu
Fakultas Ilmu Komunikasi London School Of Public Relation, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberitaan Media Massa Mengenai PPKM terhadap Reputasi Pemerintah Indonesia di Mata Masyarakat Jakarta Timur Fransisca Dewi Patricia Br. Pasaribu; Ayu Sukmawati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7167

Abstract

Virus Covid-19 masuk ke Indonesia pada Februari 2020 sehingga membuat pemerintah memberlakukan PPKM di Indonesia. PPKM resmi diberlakukan di Indonesia mulai 26 Januari 2021 di Jawa dan Bali untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan mengumpulkan data berupa kuesioner yang disebarkan melalui google form kepada warga RW 13 Duren Sawit, Jakarta Timur. Peneliti mengambil sampel dari RW 13 Duren Sawit, Jakarta Timur karena banyak warganya yang kurang taat terhadap aturan selama masa PPKM yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungannya dengan media massa dan reputasi Pemerintah Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Media Massa menurut McQuails dan teori Reputasi menurut Craig E. Caroll. Hasil analisis penelitian ini menggunakan SPSS (Statistica Product and Service Solutions) yang menunjukkan hasil pengaruh sebesar 27,1%. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang tergolong sedang dari pemberitaan media massa mengenai ppkm terhadap reputasi pemerintah Indonesia. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa indikator yang dominan yaitu variabel X (Pemberitaan Media Massa Mengenai PPKM) terhadap variable Y (Reputasi Pemerintah Indonesia) memiliki pengaruh. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, disarankan agar pemerintah Indonesia bisa lebih melihat media massa sebagai sarana untuk membangun reputasi yang baik di mata masyarakat