Realita yang terjadi di SMP Negeri 11 Muara Teweh adalah Kemampuan guru dalam mengelola laporan hasil belajar secara elektronik masih rendah, dengan ditunjukkan data bahwa kemampuan guru dalam mengelola laporan hasil belajar secara elektronik masih rendah, guru masih gaptek dengan penggunaan TIK atau belum bisa menyusun laporan hasil belajar secara elektronik, program In House Training belum pernah di lakukan di SMP Negeri 11 Muara Teweh. Oleh karenanya peneliti yang sekaligus sebagai kepala sekolah hendak meningkatkan Kemampuan guru dalam mengelola laporan hasil belajar secara elektronik melalui program In House Training. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik non tes. Teknik nontes merupakan teknik pengumpulan data yang tidak baku dan hasil rekayasa dari guru dan sekolah. Berdasarkan penilaian Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil belajar pada siklus I dapat diketahui bahwa Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil belajar dalam kategori baik., maka dapat diketahui bahwa Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil belajar semakin meningkat, terdapat peningkatan Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil belajar yang dilihat dari penilaian rata-rata Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil belajar semula pada kondisi pra siklus menunjukkan rata-rata penilaian yang cukup baik meningkat menjadi baik. Meskipun demikian peningkatan Kemampuan guru pada siklus I belum mampu mencapai target yang ditetapkan yaitu 100%. Berdasarkan penilaian Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil belajar pada siklus II diketahui bahwa skor rata-rata menunjukkan nilai 5,37 dalam kategori sangat baik. Dengan demikian dapat diketahui bahwa Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil belajar yang ada di SMP Negeri 11 Muara Teweh sudah sangat baik.