This Author published in this journals
All Journal INTELEKTIUM
Ari Sigit Ismianto
SMP IT Al Madinah Cibinong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Materi Wujud Zat melalui Metode Pembelajaran Inquiry di Kelas VII SMP IT Al- Madinah Cibinong Ari Sigit Ismianto
INTELEKTIUM Vol 3 No 2 (2022): INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v3i2.1035

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP IT Al Madinah kabupaten Bogor berdasarkan hasil observasi khususnya di Kelas VII.2, sebesar 65% nilai siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hal tersebut disebabkan karena ketika dalam kegiatan pembelajaran siswa kurang fokus dan kurang konsentrasi. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam mata pelajaran IPA masih terlihat monoton dan kurang bervariatif yaitu metode ceramah dan tanya jawab. Sehingga ketika pelaksanaan pembelajaran IPA menjadi terasa jenuh. Pembelajaran antara guru dan siswa kurang komunikatif, sedangkan yang diperlukan dalam mempelajari IPA bukan hanya hafalan tetapi diperlukan juga pemahaman. Permasalahan yang di angkat dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah penggunaan metode belajar Inquiry dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi wujud zat pada siswa kelas VII.2 SMP IT Al Madinah kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan metode belajar Inquiry dapat meningkatkan Pemahaman siswa Pada Materi wujud zat di Kelas VII.2 SMP IT Al Madinah kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2019/2020 karena berjalan kondusif dan meningkatkan pemahaman siswa.Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata rata yang diperoleh pada pra siklus sebesar 66,16 naik menjadi 73,11 pada siklus I dan 81,08 pada siklus II,sedangkan yang mendapat nilai di atas KKM juga mengalami peningkatan, dari pra siklus yang hanya mencapai 11 orang (30%), kemudian meningkat di siklus I menjadi 22 orang (61%) dan meningkat lagi di siklus II menjadi 31 orang (86,11%).