Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Sifat Fisik dan Anatomi Kayu Jati Jawa yang Tumbuh di Kalimantan Timur Nani Husien; Nur Rahma Hastuti; Agus Sulityo Budi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7932

Abstract

Dewasa ini banyak dilakukan eksploitasi tumbuhan endemik satu daerah ke daerah lain tanpa memperhatikan efek samping terhadap perubahan sifat tumbuhan tersebut. Salah satu tumbuhan yang dieksploitasi adalah Jati. Tanaman Jati di Indonesia yang dikenal berasal dari jawa banyak ditemukan, dibudidayakan dan dimanfaatkan di luar jawa seperti Kalimantan dan daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan sifat tanaman Jati, khususnya yang meliputi sifat fisik dan sifat anatomi kayu jati yang berasal dari Jawa dan Jati yang ditanam di Kalimantan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dan perubahan beberapa sifat kayu yaitu sifat fisika dan sifat anatomi kayu Jati yang ditanaman di Kalimantan Timur bila dibandingkan dengan jati yang berasal dari jawa, dan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kayu jati yang ditanam di Kalimantan Timur kehilangan nilai dekoratifitas kayu dibandingkan jati asal Jawa, yang hal ini juga akan mempengaruhi nilai ekonomi kayu jati asal Kalimantan. Sifat lain yang berbeda yaitu kadar air jati asal jawa sedikit lebih rendah dibandingkan yang ditanam di Kalimantan (10,34% dan 10,48%), demikian pula rataan panjang serat jati asal jawa lebih pendek dibandingkan serat jati asal kalimantan (942,22µm dan 1025,75µm). Sebaliknya sifat pengembangan (2,57-7,09% dan 2,81-5,89%) dan penyusutan (2,46%-7,09% dan 2,70-5,53%) jati asal Jawa lebih besar dibandingkan jati asal Kalimantan, Namun nilai rataan kerapatan kayu yang berpengaruh terhadap kekuatan kayu hampir tidak mengalami perbedaan pada kedua kayu tersebut (0,65 g/cm3 dan 0,64 g/cm3).