Nur Azizah
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perbandingan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Guided Discovery, Worked Example, dan Scientific Nur Azizah; Abdul Rosyid; Intan Noorfitriani
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 4 No 2 (2020): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v4i2.3551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuanpemahaman matematis siswa melalui penetapan pembelajaranGuided Discovery, Worked Example maupun Scientific. Penelitianini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitianpretest posttest non equivalent group desain. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1Jalaksana tahun pelajaran 2018/2019, adapun sampel dalampenelitian ini terdiri tiga kelas eksperimen yang diambil secara acakdari sepuluh kelas yang ada sehingga kelas VIII-G, VIII-H, dan kelasVIII-J terpilih sebagai sampel. Kelas VIII-H merupakan kelompokGuided Discovery, kelas VIII-J merupakan kelompok WorkedExample dan kelas VIII-G merupakan kelompok Scientific. Hasilanalisis data melalui uji Anova satu jalan terhadap data pretestmenunjukkan nilai F_hitung<F_tabel, hal ini berarti ketiga kelompoktersebut memiliki kemampuan awal yang sama. Adapun hasil analisisdata melalui uji Anova satu jalan terhadap data posttest menunjukkannilai F_hitung>F_tabel,hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaankemampuan pemahaman matematis siswa pada ketiga kelompokekspermen setelah memperoleh perlakuan. Adapun berdasarkan ujilanjutan diketahui bahwa terdapat perbedaan dari rerata skorkemampuan pemahaman matematis pada setiap pasangan kelompok.Besar rerata ketiga kelompok perlakuan jika diurutkan adalah (1)pembelajaran Worked Example dengan rerata 84,83, (2)pembelajaran Guided Discovery dengan rerata 76,14 dan (3)pembelajaran Scientific dengan rerata 68,00.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP Nur Azizah; Yudi Yudianto; Uba Umbara
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 1 No 2 (2015): Edisi Vol 1 No 2 November
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan penelitian ini menampilkan hasil penggunaan permainan tradisional dalampembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dan kontrol yang diambil dari kelas VIIdi SMP Negeri 3 Kuningan pada semester 2 tahun ajaran 2014-2015. Instrumen yangdigunakan adalah tes essay dan angket respon siswa. Dalam penelitian ini ditemukanbahwa: (a) kelas eksperimen memiliki kemampuan koneksi matematis yg lebih baikdari kelas kontrol, (b) peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa kelaseksperimen berada di level sedang, (c) siswa menunjukkan respon positif padapembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional.
PERAMALAN ANGKA INFEKSI SIFILIS MELALUI TRANSFUSI DARAH DI KOTA PONTIANAK DENGAN FUZZY INFERENCE SYSTEM Nur Azizah; Ressy Rustanuarsi
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 3 No 1 (2017): Edisi Vol. 3 No. 1 Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.403 KB)

Abstract

This study aims to forecast the number of syphilis infections through blood transfusion in Pontianak by using the Fuzzy Inference System with Mamdani method. Data on the number of syphilis infections are divided into two, namely training data (TRD) and checking data (CHD). Data on the rates of syphilis infection in month t-2 and month t-1 are used as inputs, while data in t month are used as output. 20 rules are formed in this system. The Mamdani method is used for inference and the centroid method is used for defuzification. The results of this study indicate that the Fuzzy Inference System with Mamdani method can be used to forecast the rate of syphilis infection with an error rate of TRD of 14.4% and CHD of 34.8%.
Stimulasi Perkembangan Komunikasi Anak Usia 2 Tahun Nur Azizah
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 11, No 1 (2023): JULI
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan bentuk komunikasi yang dapat diucapkan, ditulis, atau diisyaratkan dengan didasarkan oleh sebuah aturan atau simbol. Perkembangan bahasa ini diperlukan untuk mengembangkan aspek bahasa. Perkembangan bahasa ini akan sangat berkembang dengan pesat dengan adanya stimulus dengan anak, terutama pada usia 2 tahun anak mengalami perkembangan bahasa yang pesat anak akan mulai bisa mengenal konsep sederhana. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perkembangan Bahasa anak X memiliki stimulasi yang kuat dari lingkungan, dengan tujuan mengetahui apakah stimulasi yang diberikan oleh lingkungan berhasil pada proses perkembangan bahasa pada anak X. Penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menjadikan peneliti sebagai instrumen kunci dengan hasil penelitian yang akan menjawab hipotesis peneliti. Penelitian ini lebih menekankan tentang bagaimana lingkungan keluarga menjadi faktor utama berkembangnya bahasa pada anak. Stimulus serta rangsangan yang diberikan secara baik maka akan diserap dengan baik oleh anak. Hasil dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan perkembangan bahasa pada anak X dari usia 15 bulan- 23 bulan memiliki stimulasi yang baik dengan adanya stimulasi dari keluarga dan lingkungan sekolah anakBahasa merupakan bentuk komunikasi yang dapat diucapkan, ditulis, atau diisyaratkan dengan didasarkan oleh sebuah aturan atau simbol. Perkembangan bahasa ini diperlukan untuk mengembangkan aspek bahasa. Perkembangan bahasa ini akan sangat berkembang dengan pesat dengan adanya stimulus dengan anak, terutama pada usia 2 tahun anak mengalami perkembangan bahasa yang pesat anak akan mulai bisa mengenal konsep sederhana. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perkembangan Bahasa anak X memiliki stimulasi yang kuat dari lingkungan, dengan tujuan mengetahui apakah stimulasi yang diberikan oleh lingkungan berhasil pada proses perkembangan bahasa pada anak X. Penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menjadikan peneliti sebagai instrumen kunci dengan hasil penelitian yang akan menjawab hipotesis peneliti. Penelitian ini lebih menekankan tentang bagaimana lingkungan keluarga menjadi faktor utama berkembangnya bahasa pada anak. Stimulus serta rangsangan yang diberikan secara baik maka akan diserap dengan baik oleh anak. Hasil dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan perkembangan bahasa pada anak X dari usia 15 bulan- 23 bulan memiliki stimulasi yang baik dengan adanya stimulasi dari keluarga dan lingkungan sekolah anak
THE REVIEW OF WAYS OF UNDERSTANDING IN PROVING CONGRUENCE OF TWO TRIANGLES Aditya Prihandhika; Nur Azizah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4259

Abstract

This study aims to reviewing ways of understanding of prospective mathematics teacher students in the process of proving the triangle congruence theorem deductively. Deductive proof is a process that is quite difficult to do if students do not know the postulates, theorems, definitions, and properties that can be used as references in the proof process. The mathematical critical thinking process needs to be reviewed to determine the relevance of students' considerations in choosing the various references needed. The study used a case study to investigate the phenomenon specifically. The participants involved in the study were five students from a university in West Java. Theory of ways of understanding is needed to examine students' understanding of postulates, theorems, definitions, and other properties that have been studied previously so that it can be known to what extent students can validate the proof process carried out. The results of the study showed that based on the ways of understanding they have, students can prove the congruence theorem of two triangles by formulating the main problems, expressing facts, choosing logical arguments, detecting information bias with different points of view, and being able to draw conclusions. Thus, in the deductive proof process, a good way of understanding is required regarding postulates, theorems, definitions, and other relevant properties to reach systematic conclusions.
SYSTEMATICS LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS WORKED EXAMPLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Azizah, Nur; Prihandhika, Aditya
JUPIKA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jupika.v8i1.5407

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of worked examples in mathematics learning and its impact on improving students' learning abilities in mathematics learning. The method used in this research is Systematic Literature Reviews (SLR). Identifying, selecting and determining selected articles from the database followed the PRISMA flow diagram with the established inclusion criteria. Of the 12 articles selected in this study, learning with worked examples was effective in 11 research articles, while 1 other article reported it was ineffective. In addition, worked examples have a positive impact in mathematics learning and have been proven effective in improving learning achievement, understanding, problem solving, proportional reasoning, representation and learning independence in mathematics learning.
Rethinking How We Teach Derivatives Representation: The Framework of Hypothetical Learning Trajectory Prihandhika, Aditya; Azizah, Nur
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i2.2816

Abstract

Konsep turunan merupakan prinsip dasar dalam Kalkulus untuk pengajaran matematika di tingkat sekolah dan universitas. Namun demikian, definisi yang mencakup beberapa representasi terkadang membuat konsep turunan sangat sulit dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji representasi konsep turunan yang dipahami oleh partisipan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk menyelidiki fenomena tertentu. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara klinis yang dilakukan terhadap mahasiswa (N=5) dari salah satu universitas di Provinsi Jawa Barat. Teknik analisis data menggunakan triangulasi meliputi reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa representasi konsep turunan bagi banyak partisipan masih terbatas pada konteks simbolis untuk memecahkan masalah prosedural. Representasi yang terbatas dapat menimbulkan hambatan epistemologis dalam menyelesaikan masalah konseptual. Temuan ini menjadi dasar untuk mengembangkan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) yang mencakup tujuan, prakiraan proses pembelajaran, dan aktivitas untuk mendorong terciptanya pemahaman melalui representasi konsep yang beragam. The concept of a derivative is a fundamental principle in calculus that is essential for teaching mathematics at both the school and university levels. Nevertheless, definitions encompassing several representations sometimes render the concept of derivatives exceedingly challenging to comprehend. The objective of this research is to examine the representation of the derived notion as seen by the participants. The study employs qualitative methodologies through a case study framework to investigate certain phenomena. Research data collected via clinical interviews conducted with students (N=5) from a university in West Java Province. The data analysis technique using triangulation includes several stages, namely data reduction, data analysis, and drawing conclusions. The findings of this study suggest that the representation of derived concepts for many of participants remains confined to a symbolic context for solving procedural difficulties. The restricted representation can create epistemological obstacles in resolving conceptual issues. These findings serve as the foundation for developing a Hypothetical Learning Trajectory (HLT) design that encompasses objectives, forecasts of the learning process, and activities to promote the creation of understanding through diverse representations of concepts.
Analyzing conceptual and procedural errors in solving routine problems on gradients and straight-line equation among prospective mathematics teachers Pratama, David; Azizah, Nur
Journal of Didactic Mathematics Vol 6, No 2 (2025): August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jdm.v6i2.2722

Abstract

This study examines the types of errors made by prospective mathematics teachers in solving routine problems involving gradients and linear equations, which are fundamental to Analytic Geometry. Employing a qualitative descriptive methodology, the research involved 35 mathematics education students who completed a semi-structured written test designed to assess both conceptual comprehension and procedural proficiency. Eleven responses containing incomplete or incorrect solutions were purposively selected for detailed analysis. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, encompassing stages of data reduction, presentation, and conclusion derivation. Errors were systematically categorized into conceptual, procedural, and other types, with further refinement into 18 specific misconception subtypes. The findings revealed persistent misconceptions in gradient interpretation, improper application of linear equation forms, and frequent procedural errors in algebraic simplification and negative sign operations. Several students exhibited overlapping error types, indicating a strong correlation between conceptual gaps and procedural breakdowns. These results emphasize the significance of designing instructional interventions that simultaneously enhance conceptual and procedural proficiency.