Telah dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model pembelajaran learning cycle 5E pada materi larutan buffer dan hidrolisis garam di kelas XI-IPA  MAN Gubug Kabupaten Grobogan Tahun Pembelajaran 2014/2015. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan komunikasi matematika dalam kimia yang sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan metode ceramah.  Pembelajaran dengan model learning cycle  5E terdiri dari  lima tahap: engagement,  exploration, explanation, elaboration/extention, dan evaluation. Tahap engagement guru memberikan beberapa pertanyaan untuk mengkondisikan dan menumbuhkan minat siswa untuk belajar. Pada tahap exploration  siswa bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk mempelajari konsep dari berbagai sumber/literatur yang dimiliki dan mendiskusikan dengan teman kelompoknya. Pada tahap explanation  siswa menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri serta membandingkan argumen yang mereka miliki dengan argumen dari siswa lain sehingga terjadi diskusi aktif. Pada tahap elaboration siswa menerapkan konsep dan keterampilan yang telah mereka dapatkan untuk menyelesaikan  soal-soal pemecahan masalah. Pada tahap  evaluation dilakukan evaluasi terhadap efektifitas fase-fase sebelumnya dan juga evaluasi terhadap pengetahuan,pemahaman konsep atau kompetensi siswa melalui pemberian tes (quiz) atau open-ended question di akhir pembelajaran.  Pembelajaran dengan model learning cycle 5E terbukti mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dan kemampuan komunikasi matematika dalam kimia yang ditunjukkan dengan hasil observasi aktifitas dan hasil tes komunikasi matematika yang meningkat. Selain itu, pembelajaran dengan model learning cycle 5E mampu membantu siswa untuk memahami materi pelajaran, khususnya materi larutan buffer dan hidrolisis garam, yang ditunjukkan oleh hasil post test dan tes formatif (ulangan harian) di mana sebagian besar siswa memperoleh nilai yang baik (tuntas).