Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CRITICAL METAPHOR ANALYSIS OF KOREAN PLASTIC SURGERY DISCOURSE IN CHOSUN ILBO: ANALISIS METAFORA KRITIS DALAM WACANA BEDAH PLASTIK DI KOREA DALAM CHOSUN ILBO Putu Pramania Adnyana; Abdul Muta'ali; Sonya Puspasari Suganda
Jurnal Kata Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/kata.v7i2.2560

Abstract

The objective of this study is to elucidate the perspectives of Korean society towards beauty by analyzing metaphorical language employed in opinion pieces pertaining to plastic surgery in the online newspaper Chosun Ilbo, spanning the years 2010 to 2019. This study used a qualitative technique, employing conceptual metaphor theory (Lakoff and Johnson 2003) and critical metaphor analysis (Charteris-Black 2004). The texts investigated included 67 opinion articles published in the online newspaper Chosun Ilbo between 2010 and 2019. tourism activities, factory activities, trade, investment, and criminal organization were identified as the five source domains employed for target domain plastic surgery in this study. In respect to beauty, the Chosun Ilbo (2010-2019) metaphorical expression sees a beautiful appearance as something that can be mass-produced in a planned design, achieved in pleasurable ways such as travelling, exchanged for money, and can be regarded as fundamental capital that gives various profit. However, a beautiful appearance is also considered as something that can be achieved through unsafe, risky, and illegal means.
REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK TERHADAP PEREMPUAN DALAM TAYANGAN FILM TELEVISI SUARA HATI ISTRI (Representation of Symbolic Violence against Women in the TV Movie Suara Hati Istri) Dita Amelia; Sonya Puspasari Suganda
SAWERIGADING Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i2.1056

Abstract

Kajian ini merupakan penelitian yang berbasis pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Siegfried Jäger (2009). Data penelitian dikumpulkan dari tiga episode FTV Suara Hati Istri (disingkat SHI), yaitu episode Sakitnya Hatiku Tak Pernah Mendapat Cinta Suami (disingkat SHTMCS), Pernikahan Yang Dipaksa Pasti Akan Penuh Air Mata (disingkat PDPPA), dan Istri Bayaran (disingkat IB). Untuk mengungkap bagaimana tayangan FTV SHI menampilkan kekerasan simbolik terhadap perempuan melalui bahasa, peneliti menganalisis konteks diskursif (diskursiver Kontext), melakukan analisis struktur (Strukturanalyse), menganalisis posisi wacana (Diskursposition), dan melakukan analisis rinci (Feinanalyse). Berdasarkan temuan dalam penelitian ini terlihat bahwa kekerasan simbolik terhadap perempuan, yang merupakan sarana untuk melanggengkan ideologi patriarki, ditampilkan dalam tayangan FTV SHI melalui variabel-variabel linguistik, yaitu kosakata (verba, nomina, adjektiva, adverbia), modalitas, idiom, implikasi, dan tindak tutur.
Representasi Agen Perempuan dalam Poster Seri Avengers: Analisis Wacana Multimodal Widya Akhira; Sonya Puspasari Suganda
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6144

Abstract

Representasi perempuan dalam media populer menjadi isu penting dalam kajian gender, terutama terkait bagaimana teks visual membangun relasi kuasa, identitas sosial, dan konstruksi kepahlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi agensi perempuan serta mengungkap bagaimana elemen multimodal membentuk dan menegosiasikan ideologi gender dalam poster seri Avengers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana multimodal berdasarkan kerangka Grammar of Visual Design Kress dan van Leeuwen yang mencakup metafungsi representasional, interaksional, dan komposisional. Data dianalisis melalui perspektif Feminist Critical Discourse Analysis untuk memahami bagaimana relasi kuasa gender dikonstruksi melalui representasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter perempuan mengalami peningkatan visibilitas dan keterlibatan dalam narasi kepahlawanan, tetapi belum memperoleh agensi visual yang setara dengan karakter laki-laki. Figur laki-laki secara konsisten memperoleh posisi sentral, tingkat salience lebih tinggi, dominasi vektor aksi, serta hubungan visual yang lebih kuat dengan audiens. Sementara itu, karakter perempuan masih cenderung ditempatkan pada posisi lateral, ukuran visual lebih kecil, pencahayaan lebih rendah, dan memiliki keterlibatan interaksional yang terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa ketimpangan gender dalam media superhero tidak hanya ditunjukkan melalui jumlah representasi perempuan, tetapi juga melalui mekanisme visual yang mengatur keterlihatan, otoritas, dan kekuasaan simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa poster seri Avengers tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai teks multimodal yang mereproduksi dan menegosiasikan ideologi gender dalam budaya populer.