Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Metode YAHQI dalam Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits di TK dan SD Islamic Homeschooling Ngasem Bojonegoro Nur Laily Fauziyah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8964

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan metode YAHQI dalam pembelajaran tahfidz al-Qur’an dan hadis di TK dan SD Islamic Homeschooling Ngasem Bojonegoro, kedua mengetahui efektivitas metode YAHQI dalam pembelajaran tahfidz al-Qur’an dan hadis. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi penerapan metode YAHQI dalam pembelajaran tahfidz, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis datanya melalui reduksi data, display data atau penyajian data kemudian conclution atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa penerapan metode YAHQI dalam pembelajaran tahfidz al-Qur’an dan hadis di TK dan SD Islamic Homeschooling dilakukan dengan tiga tahapan; pembukaan diawali dengan pengkondisian kelas, pemberian ice breeking atau yel-yel untuk menjadikan siswa semangat dan siap belajar, salam pembuka dan doa belajar, kedua kegiatan inti yakni murojaah hafalan dan penyampaian materi jilid dan tambahan hafalan, ketiga penutup diisi dengan pemberian motivasi pada siswa, dan doa penutup belajar. Hasil penelitian berikutnya yakni metode YAHQI sangat efektif untuk pembelajaran tahfidz al-Qur’an dan hadis terkhusus di TK maupun SD Islamic Homeschooling karena mencapai target dan tujuan yang diharapkan, sesuai pemenuhan indicator efektivitas yakni mengorganisasikan materi dengan baik, komunikasi yang aktif dari ustadz/ustadzah Yahqi dengan siswa TK-SD Islamic Homeschooling, manajemen waktu yang tepat, mutu pengajaran yang bagus yakni bekal wawasan keilmuan dan pengalaman asatidz Yahqi yang luas dari hasil perkuliahan PGTPQ satu tahun dan englis curse di kampong English Pare Kediri mempengaruhi mutu pengajaran, dan hasil belajar siswa serta prestasi hafalan siswa yang bagus hingga meraih kejuaraan MHQ baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
Pendidikan Kesehatan Mental Perspektif Hadis Nabi (Implementasinya Melalui Seft Dalam Logos Institute) Nur Laily Fauziyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.2061

Abstract

Berkembangnya industrialisasi, modernisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada pola hidup masyarakat yang serba kompleks. Manusia modern sering mengalami keterasingan, kesepian yang disebabkan oleh perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat. Pola hidup sederhana menjadi pola hidup yang serba mewah, ambisi karir dan materi yang tak terkendali, adanya ketidakpuasan pendapatan dapat menjadikan seseorang stres, mental kejiwaannya dapat mengganggu hubungan interpersonal, baik dalam keluarga maupun di masyarakat. Untuk mengatasi hal demikian dan agar menjadikan mental tetap sehat, dibutuhkan bimbingan atau didikan mental secara disiplin. Penelitian ini bertujuan menggali dan mengetahui pendidikan kesehatan mental perspektif hadis nabi dan mengetahui implementasi SEFT serta program Logos Institute dalam rangka mendidik mental menjadi sehat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasulullah saw. melalui hadisnya memberikan contoh mendidik mental yakni dengan salat, doa dan dzikir secara ikhlas dan khusyu’, serta dengan media pengobatan yang syar’i. penerapan SEFT dalam rangka mendidik mental agar tetap sehat yakni melalui program logos yaitu seft healing, salat sepenuh cinta, personal peace procedure, dan devine love initiation (DLI).