Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedudukan Pendidik dan Tugas Pendidik Irfan Azhari Ritonga; Maulida Zahra; Natasya Olivia Ningrum; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9135

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kedudukan pendidik dan tugas pendidik, kedudukan yang sangat tinggi yang disebutkan dalam hadits jadilah engkau sebagai guru, atau pelajar atau pendengar atau pecinta, dan Janganlah engkau menjadi orang yang kelima, sehingga engkau menjadi rusak Kedudukan seorang guru menjadi penerang dalam kehidupan di dunia terlebih di akherat. Dalam konteks pendidikan Islam kedudukan guru sedemikan sangat penting Kedudukan guru dalam Islam sangat istimewa. Al-Ghazali menggambarkan kedudukan guru agama sebagai berikut, Makhluk di atas bumi yang paling utama adalah manusia, bagian manusia yang paling utama adalah hatinya. Seorang guru sibuk menyempurnakan, memperbaiki, membersihkan dan mengarahkannya agar dekat kepada Allah swt. Selain itu seorang pendidik memiliki tugas diantaranya sebagai pengajar yang mampu memberikan ilmunya kepada peserta didik, masyarakat dan lingkunganya. Sebagai pedidik yang mampu memberikan didikan terhadap berbagai aspek. Kemudian sebagai pemimpin.
Perkembangan Kemampuan Berbahasa Ekspresif dan Anak Autis dengan Menggunakan Pendekatan ABA (Applied Behavior Analysis) Yenti Arsini; Nurhalimah Nurhalimah; Salmia Haliza
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.372

Abstract

Anak autis merupakan anak yang mengalami gangguan perkembangan yang sangat kompleks, meliputi gangguan perilaku, interaksi sosial dan bahasa yang dapat diketahui sebelum anak berusia 3 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan ABA (Apllied Behaviour Analysis) terhadap perkembangan kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif anak autis.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian SSR (Single Subject Research) desain A-B-A’-B’ selama sepuluh sesi dengan subjek tunggal. Analisis data menggunakan visual grafik. Hasil penelitian yang didapat dari keenam aspek bahwa anak mampu melaksanakan perintah maupun mengekpresikan keinginanya karena adanya bantuan intervensi. Hal ini dilihat pada hasil penelitian yang pada fase intervensi awal maupun akhir skor yang didapat lebih tinggi dari fase awal maupun akhir.