Susani Fadhila
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Kohesi dan Koherensi Pada Tajuk Rencana Arus Mudik dan Arus Balik 2022 E-Paper Republika Serta Media Indonesia Susani Fadhila; Dewi Herlina Sugiarti; Sinta Rosalina
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9226

Abstract

Kohesi dan koherensi merupakan suatu aspek keutuhan wacana. Dalam suatu wacana, penggunaan kohesi dan koherensi akan membuat wacana menjadi utuh. Tujuan penelitian ini akan membahas mengenai perbandingan aspek kohesi dan koherensi pada tajuk rencana arus mudik dan arus balik 2022 pada e-paper Republika dan Media Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah teknik pengumpulan data dari dokumentasi. Data yang dimaksud adalah tajuk rencana yang bertemakan arus mudik dan arus balik 2022 pada e-paper Republika dan Media Indonesia. Pada tahap ini, diketahui Republika pada Bulan April-Mei 2022 menerbitkan e-paper sebanyak 7 tajuk recana yang bertemakan tersebut sedangkan Media Indonesia menerbitkan sebanyak 3 tajuk rencana. Analisis kohesi pada kedua media menggunakan teori Sumarlam sedangkan analisis koherensi menggunakan teori Nesi dan dan Sarwoyo. Hasil yang ditemukan pada tajuk rencana Republika lebih banyak menggunakan konjungsi penambahan sebanyak 73 frekuensi, referensi waktu sebanyak 46 frekuensi, dan konjungsi tujuan 45 frekuensi. Namun pada tajuk rencana Republika tidak ditemukan adanya repetisi apanalepsi dan oposisi hirarkial. Sedangkan Media Indonesia didominasi oleh konjungsi penambahan sebanyak 243 frekuensi, konjungsi tujuan 22 frekuensi, referensi persona 19 frekuensi. Namun, pada tajuk rencana ini tidak ditemukan adanya subtitusi frasa, ellipsis klausa, konjungsi harapan, repetisi anafora, repetisi anadiplosis, sinonim kata dengan frase, oposisi kutub, dan koherensi aditif.