Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Supervisi Akademik Pengawas Sekolah untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Guru pada SMA Negeri 1 Elar Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Leonardus Jafar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9273

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Elar yang berjumlah 27 orang. Sedangkan cara pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan catatan lapangan. Analisis data yangdikumpulkan dalam penelitian ini, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil observasi kompetensi motivasi kerja guru yang dikumpulkan melalui angket sedangkan data kualitatif berupa hasil catatan lapangan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya motivasi kerja guru di SMA Negeri 1 Elar.Pelaksanaan penelitian ini dikembangkan sebatas pada masalah bentuk-bentuk dan proses pelaksanaan pemberian supervisi akademik oleh kepala sekolah untuk meningkatkan motivasi kerja guru.Tujuan penelitian ini adalah untuk Meningkatkan intensitas motivasi kerja guru melalui pelaksanaan supervisi akademik pada guru di SMA Negeri 1 Elar tahun 2018.Hasil penelitian membuktikan bahwa, jumlah skor penilaian pada prasiklus sebesar 437 dengan rata-rata 67,43 kategori cukup, pada siklus I, jumlah skor meningkat menjadi 498 dengan rata-rata 77 kategori baik, dan pada siklus II kembali meningkat dengan jumlah skor pada siklus II sebesar 578 dengan rata-rata 89 kategori amat baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik dapat meningkatkan motivasi kerja guru SMA Negeri 1 Elar.
Academic Supervision by School Supervisors in the Merdeka Belajar Paradigm to Achieve High School Students' Learning Achievements in East Manggarai Regency, NTT Leonardus Jafar; Achmad Ridwan; Mahdiyah
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.52707

Abstract

This study explores the role of academic supervision conducted by school supervisors within the Merdeka Belajar paradigm and its contribution to improving high school students’ learning achievement in East Manggarai Regency, Nusa Tenggara Timur. Using a mixed-method approach with the CIPP evaluation model, this research combines quantitative and qualitative data to obtain comprehensive insights regarding the implementation, impact, and challenges of academic supervision. The findings reveal that academic supervision has been carried out systematically and contextually, beginning with needs analysis, collaborative planning, and implementation through coaching, mentoring, observation, and reflective dialogue. Supervision contributes to improving the quality of teaching practices, classroom management, teacher professionalism, student engagement, and the tendency of improved learning outcomes. Teachers also perceive academic supervision positively, acknowledging its role in strengthening planning, instructional strategies, and formative assessment. However, the study also identifies several constraints, including varied teacher understanding of Merdeka Belajar, limited facilities, administrative burden, uneven implementation, and insufficient follow-up support, resulting in learning achievements that have not yet been evenly improved across schools. Overall, academic supervision remains a strategic instrument to support the implementation of Merdeka Belajar and enhance student learning achievement, but it requires more consistent, contextual, and sustainable strengthening through improved mentoring, capacity building, and policy support.