Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pembelajaran Online, Fasilitas Belajar, dan Kesiapan Belajar terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas III MI Nurul Huda Raji Demak Maria Evi Kiswah; Asyrofi Aziz
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran online, fasilitas belajar dan kesiapan belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas III MI Nurul Huda Raji. Penelitian dijalankan menggunakan Explanatory Research. Tahap validasi desain melibatkan ahli materi, ahli media dan ahli bidang pendidikan dan pembelajaran. Penilaian kelayakan oleh para ahli menggunakan lembar validasi. Tahap uji coba melibatkan 59 responden atau peserta didik. Adapun hasil penelitian ini adalah dari uji validitas variabel X1, X2, X3 dan variabel Y dinyatakan Valid karena Hasil Dari nilai R hitung lebih dari Nilai R tabel Moment (0,254). Kemudian Uji Reliabilitas variable variable yang digunakan dalam penilitan ini diperoleh nilai alpha yang lebih besar dari 0,6, sehingga semua variable tersebut dinyatakan reliabel. Pada Uji Analisis Data Dijelaskan bahwa pembelajaran online (X1) mampu meningkatkan hasil belajar sebesar 0,138, pada fasilitas beljar (X2) mampu meningkatkan hasil belajar sebesar 0,087sedangkan pada kesiapan belajar mampu meningkatkan hasil belajar sebesar 0,932. Dari analisis data tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap hasil belajar. Pada uji hipotesis variable X1 memiliki koefisien regresi sebesar 0,132, nilai t Hitung sebesar 2,251, Signifikansi Sebesar 0,08, maka nilai t Hitung lebih besar dari nilai t tabel (1,67) dan nilai signifikansi 0,001 sehingga lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar, maka hipotesis 1 diterima. Pada uji variable X2 memiliki koefisien regresi sebesar 0,107, nilai t hitung sebesar 2,023 dengan signifikansi sebesar 0,048. Maka nilai t hitung sebesar 2.023 yang lebih besar dari nilai t tabel (1,67) dan signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,048, maka Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X2 memberikan pengaruh yang signifikansi terhadap hasil belajar, maka hipotesis 2 diterima. Pada uji variable X3 memiliki koefisien regresi sebesar 0,825, nilai t hitung sebesar 13,201 dengan signifikansi sebesar 0,000. Nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (1,67) dan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000, maka Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variable X3 memberikan pengaruh yang signifikansi terhadap hasil belajar, maka hipotesis 3 dapat diterima. Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Online (X1), fasilitas belajar (X2), kesiapan belajar (X3) berpengaruh positif terhadap hasil belajar (Y), sehingga hipotesis 1, 2, 3 dapat diterima semua.
Pendidikan Multikulturalisme dan Prospeknya di Indonesia Slamet Panuntun; Asyrofi Aziz
Syntax Idea 1046-1058
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v5i8.2474

Abstract

Multicultural education is a model expected to create peace and address the growing conflicts. The primary goal of multicultural education in this context is to foster attitudes of sympathy, respect, appreciation, and empathy towards followers of different religions and cultures. Importantly, this multicultural education strategy aims not only to make it easier for students to comprehend their lessons but also to increase their awareness and encourage them to behave in a humanistic, pluralistic, and democratic manner. This research employs a qualitative approach, involving the collection, analysis, and synthesis of relevant literature on multicultural education and its prospects in Indonesia. The researcher gathers academic publications, scientific journals, books, and other related sources to understand previous research, current issues, and developments in the field of multiculturalism in Indonesia. Interviews are conducted to obtain direct data from various stakeholders involved in multicultural education in Indonesia. Potential interview respondents include government officials, educators, educational institution administrators, students, and other community members engaged in multiculturalism issues. Surveys are used to collect data from a larger sample, such as teachers or students in various educational institutions in Indonesia. Surveys can provide broader insights into perceptions, attitudes, and understanding of multiculturalism, as well as its prospects within the education community. The results of the research indicate that to achieve the goals of multicultural education, the participation and support of teachers or professors, educational institutions, and other education policymakers are crucial. Multicultural education can be implemented if done with the concepts and limitations of Islamic Shariah.