Di era modernisasi saat ini, manajemen merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan manusia di seluruh dunia. Manajemen berfungsi untuk mengatur, merencanakan, mengatur, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Salah satu kegiatan yang berkaitan dengan manajemen adalah manajemen bimbingan konseling. Pengelolaan bimbingan konseling adalah rangkaian proses yang berkaitan dengan proses berupa pelatihan, penilaian, dan evaluasi kepada peserta didik melalui pendekatan emosional, sosial dan interpersonal agar menjadi cerminan diri terhadap norma dan budaya yang berlaku di masyarakat. Pengelolaan bimbingan konseling juga bermanfaat untuk mencegah dan memperbaiki terjadinya kesulitan peserta didik dalam proses pembelajaran akibat perilaku menyimpang yang dilakukan oleh peserta didik seperti bentuk-bentuk diskriminasi antar peserta didik, kesenjangan sosial dan masalah keluarga. Oleh karena itu upaya pencegahan dan peningkatan dalam pengelolaan bimbingan konseling yang dilakukan oleh pendidik harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sekolah. Bimbingan konseling diperlukan pada setiap jenjang pendidikan untuk mengetahui tolok ukur dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Manajemen Bimbingan Konseling sebagai komponen yang saling terkait dengan Pendidikan karena dengan adanya manajemen Bimbingan Konseling pada jenjang Pendidikan khususnya tingkat menengah atas maka stakeholder sekolah yaitu kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa dapat mengetahui dan memahami perilaku siswa dalam menentukan minat dan bakat siswa. Oleh karena itu, pendidikan merupakan komponen utama dalam meningkatkan kualitas hidup di lingkungan masyarakat.