Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nama Makanan Tradisional Bahasa Ternate: Kajian Linguistik Antropologi Shinta Bella Aprilia; Rina P. Pamantung; Erenst Mantiri
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.2070

Abstract

Budaya adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Linguistik antropologi memandang dan mengkaji bahasa dari sudut pandang antropologi, budaya, dan bahasa untuk menemukan makna di balik pemakaiannya. Nama-nama makanan tradisional bahasa Ternate ternyata masih jarang dilakukan sehingga perlu sekali ditelusuri termasuk nama makanan tersebut lainnya. Sebagaimana diketahui, nama makanan dalam bahasa Ternate yang sering muncul seperti papeda dan bagea kenari, asida, dan agi guraci, padahal nama makanan masih banyak yang lain. Kompleksitas makanan khas Ternate terletak pada keberadaannya yang dianggap sebagai fenomena budaya di Indonesia yang memiliki gejala-gejala budaya dengan kekhasan/keunikan tersendiri karena realitas sekarang nama makanan adalah salah satu peninggalan budaya yang awet dan lestari sehingga masih bertahan saat ini dengan pemunculan leksikon berupa nama makanan khas dalam bahasa Ternate. Tujuan dari penelitian yakni mengidentifikasikan dan mengklasifikasikan bentuk lingual sistem penamaan makanan dalam bahasa Ternate, menganalisis dan mendeskripsikan makna yang dikandung oleh makanan dalam bahasa Ternate.
Leksikon dan Fungsi Budaya dalam Gara`i di Provinsi Gorontalo Anwar Manto; Ivan R.B. Kaunang; Erenst Mantiri
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i2.1338

Abstract

Lexicon and specific anthropological linguistics reveal the cultural description of the Gorontalo people in gara'i through lingual codes. The method used is descriptive qualitative, namely all research data in the form of words, phrases, clauses, and sentences. The results of the research and discussion found: (a) out of 30 gara`i there are 16 noun lexicons, 20 verbs containing cultural information and gara`i are constructed by morphophonemic processes of omission, addition, phoneme change and affixation including prefixes, suffixes, and infixes (b) function in gara`i consists of pragmatic, ethical and historical functions.