Eriska Agustin
Universitas Kader Bangsa Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Kadar Senyawa Flavonoid dan Antioksidan Ekstrak Etanol Batang Kopasanda (Chromolaena odorata L.) menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Visible Eriska Agustin; Siti Resmayani
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.494

Abstract

Tumbuhan Kopasanda (Chromolaena odorata L.) banyak terdapat di indonesia dan memiliki potensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar flavonoid dan aktivitas antiksidan ekstrak batang kopasanda. Batang Kopasanda diektraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Kadar flavonoid ekstrak diukur dengan metode Spektrofotometri UV-Vis sedangkan aktivitas antioksidan ekstrak ditentukan dengan  metode DPPH. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang kopasanda memiliki kadar flavonoid sebesar 25,03±4,448 mgQE/g ekstrak dan aktivitas senyawa antioksidan didapatkan nilai IC50 sebesar 156,22 ppm dengan kategori antioksidan lemah.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Spray Antiseptik Tangan Infusa Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) dan Lidah Buaya (Aloe Vera (L.) Burm.f.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 Eriska Agustin; Dani Prasetyo; Muni’ah Muchtar
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.425

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 yang sangat cepat menyebabkan WHO menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global. Penggunaan hand sanitizer pada saat ini sudah semakin luas. Daun kemangi dan lidah buaya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antiseptik tangan karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray antiseptik tangan non alkohol infusa daun kemangi dan lidah buaya dan menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Formulasi sediaan spray antiseptik tangan dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu F1 (20%), F2 (40%), F3 (60%), F4 (80%), dan (F5 100%). Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar dengan mengukur diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian didapatkan bahwa kelima formula sediaan spray antiseptik tangan non alkohol infusa daun kemangi dan lidah buaya berbentuk cairan, memiliki warna yang mencolok, bau yang sama dan stabil selama masa penyimpanan 14 hari. Sediaan terlihat homogen saat dioleskan diobjek glass. Uji pH yang dihasilkan dari sediaan spray antiseptik tangan ini berkisar antara 4,5- 6,5. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh daya hambat bakteri Staphylococcus aureus pada F3 (60%) sebesar 5,14 mm, F4 (80%) sebesar 6,24 mm, dan F5 (100%) sebesar 7,26 mm yang tergolong kekuatan sedang.
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Nephelium Lappaceum L) Yundri Sintia Hutami; Eriska Agustin; Yulius Evan Christian
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12785

Abstract

Rambutan leaves (Nephelium Lappaceum L) come from southeast Asia where They can be found in Indonesia, the Philippines, Kalimantan, Thailand and northern Australia. Rambutan fruit skin contains terpenoids, polyphenols and flavonoids which have many benefits. Traditionally, the rambutan plant is used for various diseases. All parts of the rambutan plant have their own properties, such as rambutan leaves as an alternative treatment as an antibacterial, fruit skin to treat canker sores, roots to treat fever, seed fiber to treat diabetes mellintus, leaves to treat diarrhea and blachen hair. There are two form of bath soap liquid soap and solid soap. Solid soap is made with a saponification process between far or carboxylic acid and potassium hydroxide (KOH) (NAOH). After conducting organoleptic tests, viscosity, pH, free alkali content, foam height, irritation tests on liquid soap with concentrations of 5%, 10%, 15%, all of the above tests were found to not meet the Indonesian national standards for liquid soap. Testing was carried out for 2 weeks.